BOGOR, | Rasionews | 3 September 2026 — PT Antam Tbk wilayah Bogor terus memperkuat komitmennya terhadap keselamatan dan pemberdayaan masyarakat. Selain rutin menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran dan rescue bagi karyawan dengan menggandeng Basarnas, perusahaan juga menjalankan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Pelatihan penanggulangan kebakaran tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan Basarnas sebagai mentor. Seluruh karyawan diberikan pembekalan agar memiliki kemampuan melakukan tindakan awal ketika menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran di lingkungan perusahaan.
General Manager CSR PT Antam, Arif Rahman, mengatakan kesiapsiagaan menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.
«“Secara kontinu kami melakukan pelatihan penanggulangan bencana kebakaran dengan menggandeng Basarnas sebagai mentor. Seluruh karyawan dibekali kemampuan agar dapat menangani kondisi awal ketika terjadi kebakaran di wilayah Antam,” ujar Arif Rahman.»
Menurutnya, kemampuan menghadapi kondisi darurat tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas tertentu, tetapi perlu dimiliki seluruh karyawan sehingga respons terhadap kejadian dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
CSR Antam Dorong Ekonomi Masyarakat
- Advertisement -
Di luar aspek keselamatan kerja, PT Antam juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sejumlah program yang dikembangkan antara lain budidaya perikanan, ayam petelur, dan pertanian. Program tersebut diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif masyarakat lokal.
“Program pemberdayaan masyarakat terus kami lakukan, di antaranya melalui budidaya perikanan, ayam petelur, dan pertanian. Harapannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional,” jelas Arif.
- Advertisement -
25 Rumah Tidak Layak Huni Berhasil Diperbaiki
Perhatian PT Antam juga menyentuh persoalan sosial masyarakat, salah satunya melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Arif mengungkapkan, perusahaan menargetkan perbaikan sebanyak 25 unit rumah. Target tersebut telah berhasil direalisasikan.
“Kami juga fokus terhadap RTLH dengan target 25 unit. Alhamdulillah, target tersebut sudah terpenuhi. Minimal program ini dapat mengurangi beban masyarakat yang kondisi ekonominya masih di bawah rata-rata,” ungkapnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memberikan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
Pendidikan dan Guru Honorer Turut Mendapat Perhatian
Bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan juga menjadi bagian dari program yang mendapat perhatian PT Antam.
Salah satu bentuk kepedulian perusahaan diwujudkan melalui dukungan kepada guru honorer atau pendidik non-ASN yang selama ini menjadi bagian penting dalam mencerdaskan masyarakat.
“Kami juga memprioritaskan pendidikan, sosial, dan keagamaan, serta membantu guru honorer. Harapannya dapat meringankan beban sekaligus menjadi penyemangat bagi para pendidik non-ASN,” tegas Arif.
Bersinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat
PT Antam juga terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, termasuk pengembangan destinasi wisata dan dukungan terhadap kegiatan pemerintah.
“Kami terus bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk dalam membangun destinasi wisata dan mendukung kegiatan pemerintah, seperti upacara bendera dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia,” imbuhnya.
Menurut Arif, Bogor memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi potensi wisata. Nilai sejarah tersebut menjadi salah satu bagian yang dapat dikolaborasikan dalam pengembangan destinasi wisata dan kebudayaan daerah.
Budidaya Maggot Jadi Program Lingkungan Berkelanjutan
Dalam bidang lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat, PT Antam juga membina program budidaya maggot di sejumlah desa.
Program tersebut telah berjalan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu bentuk pembinaan perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Budidaya maggot ada di dua desa, yaitu Nanggung dan Kalong Liut. Semuanya berada dalam binaan PT Antam Tbk dan sudah berjalan secara kontinu. Kami akan selalu memperhatikan masyarakat sekitar melalui program CSR,” pungkas Arif Rahman.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa komitmen PT Antam di wilayah Bogor tidak hanya berfokus pada aktivitas operasional perusahaan, tetapi juga mencakup keselamatan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sosial, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui sinergi bersama pemerintah, Basarnas, masyarakat, dan berbagai stakeholder, PT Antam terus berupaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Rohena


