Jakarta, | Rasionews | 27 April 2026 — PLN Indonesia Power UBP Priok kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat pesisir melalui Program Pesona Betawi. Kali ini, perusahaan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Fasilitasi Pelatihan Las Lanjutan Untuk Bengkel Nelayan”. Inisiatif ini bertujuan untuk menjawab tantangan keterbatasan kemampuan teknis para nelayan dalam merawat dan memperbaiki sarana kerja mereka secara mandiri. Peningkatan kapasitas keterampilan ini dinilai sangat strategis, mengingat nelayan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut, tetapi juga membutuhkan keahlian tambahan seperti pengelasan untuk perbaikan kapal, alat tangkap, serta infrastruktur penunjang lainnya demi efisiensi usaha.
Astri Oktavina, Assistant Manager Keamanan dan Humas (KAS) PLN Indonesia Power UBP Priok, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi jembatan transfer pengetahuan yang efektif.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para nelayan mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar langsung dari ahlinya. Dengan meningkatnya kompetensi teknis, bengkel nelayan diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih profesional dan kompetitif,” ujar Astri.
Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis semata, tetapi juga memperkenalkan standar keselamatan kerja, efisiensi penggunaan alat, serta teknik pengelasan modern yang lebih presisi. Hal ini diharapkan dapat mengatasi kendala kualitas layanan pada unit usaha bengkel nelayan di wilayah binaan.
Apri, Pelatih Las yang juga merupakan pegawai Bidang Pemeliharaan PLN Indonesia Power UBP Priok, menekankan pentingnya penerapan ilmu yang didapat di lapangan.
“Dari pelatihan ini, kami berharap para nelayan dan juga pengelola biodiesel dapat benar-benar menerapkan ilmu yang telah diberikan. Kami ingin kemampuan baru yang dilatih hari ini memberikan nilai tambah yang nyata, baik dalam efisiensi perbaikan mandiri maupun sebagai peluang usaha baru bagi kelompok nelayan,” jelas Apri.
- Advertisement -
Program Pesona Betawi hadir sebagai model pemberdayaan yang berfokus pada penguatan potensi lokal. Dengan adanya sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, pelatihan las lanjutan ini diproyeksikan mampu menciptakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Melalui kemandirian dalam perawatan alat produksi, diharapkan kesejahteraan dan ekonomi kreatif kelompok nelayan dapat terus bertumbuh, selaras dengan semangat PLN Indonesia Power dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
(Rohena)



