JAKARTA UTARA | Rasionews | Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Utara terus melakukan pembenahan drainase melalui pembangunan, perbaikan, pengurasan, dan pemeliharaan saluran di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap untuk menjaga kelancaran aliran air serta mengurangi risiko genangan.
Kepala Sudin SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, menekankan bahwa penanganan saluran perlu mempertimbangkan karakteristik setiap lokasi. Kondisi tanah, konstruksi saluran eksisting, keberadaan utilitas, serta keterbatasan ruang menjadi faktor penting dalam menentukan metode pekerjaan.
Salah satu penanganan dilakukan di Jalan Tipar Cakung, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing. Menurut keterangan Sudin SDA Jakarta Utara, pekerjaan di lokasi tersebut mengacu pada perencanaan dan spesifikasi teknis, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta rekomendasi konsultan dan pengawas.
Heria menjelaskan, penggunaan U-Ditch tidak dapat diterapkan secara seragam pada seluruh bagian saluran. Pada titik tertentu, metode konstruksi disesuaikan dengan kondisi tanah dan keberadaan jaringan utilitas, termasuk kabel optik serta jaringan PLN.
Selain di Tipar Cakung, optimalisasi drainase juga dilakukan di kawasan Tanah Merah, Kecamatan Koja, melalui pengurasan, pemasangan U-Ditch, dan perbaikan saluran. Pengerukan Kali Betik turut menjadi bagian dari upaya memperlancar aliran air dan mengantisipasi genangan.
Pemeliharaan juga dilakukan melalui pembersihan sampah di Saluran Penghubung Kali Gendong, Muara Baru, Penjaringan. Petugas Sudin SDA Jakarta Utara bersama unsur terkait membersihkan tumpukan sampah yang berpotensi menyumbat saluran dan menghambat aliran air.
Rangkaian pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa penanganan drainase membutuhkan kesinambungan antara pembangunan dan pemeliharaan. Saluran yang telah dibangun perlu dirawat agar kapasitas dan fungsinya tetap terjaga.
Pembenahan drainase merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko banjir dan genangan. Hasilnya membutuhkan proses serta dukungan penanganan yang berkelanjutan, mengingat persoalan di setiap wilayah memiliki kondisi dan tantangan berbeda.
Heria juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Partisipasi warga menjadi bagian penting agar saluran yang telah dibersihkan dan diperbaiki dapat berfungsi secara optimal.
Melalui pembenahan bertahap, pemeliharaan berkelanjutan, dan keterlibatan masyarakat, Sudin SDA Jakarta Utara berupaya menjaga fungsi drainase sekaligus mengurangi dampak genangan terhadap aktivitas warga.



