Jakarta pusat, | Rasionews | Aksi unjuk rasa yang direncanakan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa di depan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026), belum dimulai hingga pukul 13.00 WIB. Aparat kepolisian telah bersiaga di lokasi untuk mengamankan jalannya penyampaian pendapat di muka umum.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat menggelar apel pelayanan pada pukul 12.35 WIB sebagai persiapan pengamanan aksi. Apel dipimpin Wakapolsek Senen AKP Basuki Rahmad di area sekitar Kemensos RI.
Berdasarkan informasi kepolisian, aksi tersebut akan diikuti sekitar 15 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa. Massa disebut membawa tuntutan agar dilakukan pemeriksaan terhadap Menteri Sosial Saifullah Yusuf terkait dugaan mark-up anggaran program Sekolah Rakyat di lingkungan Kementerian Sosial.
Dalam arahannya kepada personel, Basuki menekankan agar pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif. Ia mengingatkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang sehingga harus dikawal secara profesional.
Selain itu, seluruh personel diminta tetap berpedoman pada direktif Kapolda Metro Jaya, bekerja dalam satu komando, serta tidak bertindak sendiri di lapangan. Personel juga diinstruksikan tidak membawa senjata api selama menjalankan tugas pengamanan.
Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro bertindak sebagai kepala pengamanan objek. Sebanyak 17 personel diterjunkan dalam pengamanan, terdiri atas 15 personel Polsek Senen dan dua personel Satuan Lalu Lintas wilayah.
Hingga pukul 13.00 WIB, massa aksi belum terlihat tiba di lokasi. Polisi menyatakan situasi di sekitar Kementerian Sosial masih berlangsung aman dan kondusif, sementara seluruh personel telah menempati titik pengamanan sesuai dengan pembagian tugas yang telah ditetapkan.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



