Jawa Barat | Rasionews | PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B JAMALI) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Barat melaksanakan pemeriksaan kesiapan (checkpoint) sinkronisasi perdana (first synchronization) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu Unit 3 berkapasitas 30 megawatt (MW). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional sistem kelistrikan sebelum pembangkit energi terbarukan tersebut terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan Jawa Barat. Pemeriksaan kesiapan dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan teknis dan operasional telah terpenuhi, baik dari sisi pembangkit maupun sistem kelistrikan PLN. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses sinkronisasi dapat berlangsung dengan aman sekaligus mendukung pengoperasian pembangkit secara optimal.
General Manager PLN UIP2B JAMALI, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa bertambahnya pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) perlu diiringi dengan kesiapan sistem dalam mengelola karakteristik dan dinamika pasokan energi yang masuk ke jaringan.
“Kesiapan sistem dan koordinasi sejak tahap awal menjadi penting agar energi bersih yang masuk dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Pengembangan pembangkit panas bumi menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas pemanfaatan energi bersih sekaligus mendukung agenda transisi energi PLN menuju Net Zero Emissions (NZE),” ujar Munawwar.
Manager PLN UP2B Jawa Barat, Santo Kardono, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesiapan menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh aspek teknis pada sisi PLN maupun PLTP Wayang Windu telah memenuhi persyaratan sebelum dilakukan sinkronisasi perdana.
“Sebagai operator sistem kelistrikan tegangan tinggi, PLN UP2B Jawa Barat siap mendukung integrasi pembangkit energi terbarukan dengan tetap mengutamakan keamanan dan keandalan sistem. Pemeriksaan kesiapan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan persyaratan teknis pada sisi PLN maupun PLTP Wayang Windu telah terpenuhi sebelum sinkronisasi perdana,” ujar Santo.
PLTP Wayang Windu Unit 3 dengan kapasitas 30 MW diharapkan dapat menambah pasokan listrik berbasis energi terbarukan sekaligus memperkuat kontribusi energi hijau dalam sistem kelistrikan di Jawa Barat. Tambahan kapasitas tersebut juga diperkirakan berpotensi mendukung pengurangan emisi karbon sekitar 200.000 ton CO₂e per tahun.
Integrasi pembangkit panas bumi tersebut sejalan dengan Transformasi PLN 2.0, khususnya agenda NZE Moonshot yang mendorong PLN untuk berperan aktif dalam percepatan transisi energi dan pengembangan ekonomi hijau. Kehadiran pasokan energi bersih yang andal diharapkan turut mendukung kebutuhan listrik masyarakat, sektor industri, serta aktivitas ekonomi di Jawa Barat.
Santo menambahkan, kesiapan sistem akan terus diperkuat seiring dengan meningkatnya pengembangan pembangkit energi terbarukan, termasuk panas bumi, tenaga surya, dan tenaga bayu.
“Kami berkomitmen mendukung transisi energi melalui pengelolaan sistem kelistrikan yang andal dan kesiapan integrasi energi terbarukan. Dengan persiapan yang matang serta sinergi seluruh pihak, kami berharap PLTP Wayang Windu Unit 3 dapat memperkuat pasokan energi hijau dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun kegiatan ekonomi di Jawa Barat,” tambahnya.
Melalui pemeriksaan kesiapan ini, PLN UIP2B JAMALI melalui UP2B Jawa Barat terus mempersiapkan sistem kelistrikan yang adaptif terhadap pertumbuhan pembangkit energi terbarukan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan sistem kelistrikan yang aman dan andal sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih.



