Jakarta | Rasionews | 21 Oktober 2026 — PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Priok meraih dua penghargaan dalam ajang Asian Impact Awards & CEPI Recognition 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas pelaksanaan Program PESONA BETAWI serta kepemimpinan General Manager UBP Priok, Buyung Arianto, dalam mendorong penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG). Kedua penghargaan diterima langsung oleh Senior Manager Umum PLN Indonesia Power UBP Priok, Sigid Endro Winarno.
Melalui Program PESONA BETAWI (Penguatan Komoditas Lokal untuk Ketahanan Pangan dan Lingkungan Berkelanjutan di Wilayah Pesisir), UBP Priok memperoleh Platinum Global Recognition dengan nilai 94,90 pada kategori Humanity, Just Transition & Social Resilience. Program ini mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan lingkungan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Kalibaru, Jakarta Utara.
Penghargaan kedua diberikan kepada General Manager PLN Indonesia Power UBP Priok, Buyung Arianto, sebagai Operational ESG Impact Leader dengan predikat Platinum Leader Performance dan nilai 94,50. Pengakuan ini menegaskan peran kepemimpinan dalam mengarahkan program pemberdayaan masyarakat agar menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Senior Manager Umum PLN Indonesia Power UBP Priok, Sigid Endro Winarno, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama dalam mengembangkan potensi lokal dan memperkuat kemandirian masyarakat pesisir. Melalui PESONA BETAWI, kami berupaya menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan. Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperluas manfaat program secara berkelanjutan,” ujar Sigid.
PESONA BETAWI dikembangkan melalui penguatan usaha masyarakat dan penerapan ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat kelembagaan kelompok, serta mengembangkan usaha berbasis potensi lokal agar masyarakat semakin mampu mengelola dan melanjutkan program secara mandiri.
Keberhasilan meraih kedua penghargaan ini memperkuat komitmen PLN Indonesia Power UBP Priok dalam menyelaraskan kegiatan operasional perusahaan dengan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, UBP Priok terus mendorong penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas lingkungan, dan ketahanan masyarakat di sekitar wilayah operasional.



