Masuk
DKI Rasio NewsDKI Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: DI BALIK TARGET ZERO ODOL 2027KITA TERLALU LAMA MENUNGGU KORBAN BARU BEREAKSI
Share
DKI Rasio NewsDKI Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
DKI Rasio News > Berita > TNI – Polri > DI BALIK TARGET ZERO ODOL 2027KITA TERLALU LAMA MENUNGGU KORBAN BARU BEREAKSI
TNI – Polri

DI BALIK TARGET ZERO ODOL 2027KITA TERLALU LAMA MENUNGGU KORBAN BARU BEREAKSI

Terakhir diperbarui: 2026/05/28 at 4:33 PM
Reporter Rohena he Diposting 28 Mei 2026
Share
IMG 20260527 WA0147
SHARE

Jakarta, | Rasionews | Catatan Dialog Media, Bersama Eddy Suzendi, S.H.Advokat LLAJ Siang itu suasana ruang kerja tampak tenang. Di atas meja terlihat tumpukan dokumen hukum transportasi, beberapa foto kecelakaan angkutan niaga, dan catatan investigasi keselamatan jalan.

Di sudut ruangan terpajang tulisan besar:

“KESELAMATAN YANG BERKEADILAN.”

- Advertisement -

Eddy Suzendi, S.H., Advokat LLAJ yang selama ini dikenal vokal mengkritisi lemahnya pengawasan keselamatan transportasi, tampak membuka sejumlah berkas sambil sesekali menunjuk data kecelakaan angkutan umum dan kendaraan niaga.

Ketika ditanya soal maraknya kecelakaan bus dan truk beberapa tahun terakhir, ia justru memulai dengan kalimat yang cukup menohok :

“KITA INI TERLALU LAMA SIBUK MENCARI SIAPA YANG SALAH SETELAH KECELAKAAN TERJADI TETAPI TERLALU SEDIKIT, BERTANYA KENAPA KENDARAAN BERESIKO ITU BISA.TETAP BEROPERASI SEJAK AWAL.”

- Advertisement -

Kalimat itu langsung menggambarkan arah pembicaraan siang itu.

Bagi Eddy, persoalan keselamatan transportasi di Indonesia tidak lagi cukup dilihat sebatas kesalahan pengemudi.

Menurutnya, pola lama yang selalu berhenti pada sopir justru membuat akar masalah tidak pernah benar benar dibongkar.

- Advertisement -

“SETIAP ADA KECELAKAAN BESAR, PENGEMUDI LANGSUNG DIPERIKSA , DITETAPKAN TERSANGKA , LALU PUBLIK MERASA PERSOALAN SELESAI. PADAHAL PENGEMUDI HANYALAH LAPISAN TERAKHIR DARI RANTAI RESIKO YANG PANJANG,” ujarnya.

Ia kemudian menunjuk salah satu dokumen tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).

Menurut Eddy, inti persoalan justru berada di sana.

” SMK PAU ITU BUKAN DOKUMEN PAJANGAN. INI JANTUNG KESELAMATAN PERUSAHAAN ANGKUTAN, KALAU SISTEM INI MATI, MAKA SEBENARNYA KEGAGALAN SUDAH DIMULAI, BAHKAN SEBELUM KENDARAAN KELUAR DARI GARASI ”

Pembicaraan kemudian mengarah pada target besar pemerintah menuju Zero ODOL 2027.

Baca Juga:  Arus Balik Nataru Mulai Meningkat, Korlantas Polri Perkuat Rekayasa Lalu Lintas

Namun Eddy menilai, target tersebut tidak akan pernah benar benar tercapai apabila keselamatan masih diperlakukan sekadar formalitas administratif.

“ZERO ODOL JANGAN DIPAHAMI.HANYA SOAL MUATAN BERLEBIH. ODOL ITU BERKAITAN LANGSUNG DENGAN REM BLONG, KELELAHAN STRUKTUR KENDARAAN, BAN PECAH, SAMPAI HILANGNYA SURVIVAL SPACE PENUMPANG SAAT KECELAKAAN.”

Ia menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya tidak kekurangan aturan.

Mulai dari UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, PP 74 tahun 2014, PP Nomor Nomor 37 Tahun 2017, Perpres Nomor 1 tahun 2022 tentang RUNK LLAJ, hingga PM 85 Tahun 2018 tentang SMK PAU, menurutnya seluruh instrumen hukum sebenarnya sudah cukup kuat.

Masalahnya, kata Eddy, implementasi di lapangan masih terlalu administratif.

” PEMERIKSAAN SERING BERHENTI PADA PERTANYAAN DOKUMEN ADA ATAU TIDAK. PADAHAL YANG JAUH LEBIH PENTING, ADALAH APAKAH SISTEM KESELAMATAN ITU BENAR BENAR HIDUP. ”

Ia lalu menjelaskan panjang mengenai bagaimana perusahaan angkutan seharusnya menjalankan pengawasan:

* monitoring jam kerja pengemudi,

* audit keselamatan internal,

* analisis risiko rute,

* pemeliharaan kendaraan,

* pengawasan perilaku berkendara,

* hingga evaluasi digital secara real time.

Menurutnya, kecelakaan besar hampir tidak pernah lahir dari satu kesalahan tunggal.

“ KECELAKAAN ITU BIASANYA HASIL DARI BANYAK KEGAGALAN YANG DIBIARKAN TERJADI SECARA BERSAMAAN ”

Ketika ditanya mengenai peran regulator dan aparat penegak hukum, nada bicaranya mulai lebih serius.

Menurutnya, ke depan penegakan hukum tidak boleh lagi hanya berhenti pada pengemudi.

“ PENEGAK HUKUM HARUS MULAI MELIHAT APAKAH ADA KELALAIAN SISTEMIK PERUSAHAAN. APAKAH ADA PEMBIARAN OVERLOAD. APAKAH ADA PENGAWASAN YANG TIDAK DIJALANKAN. KARENA DALAM KESELAMATAN MODERN , TANGGUNG JAWAB KORPORASI ITU SANGAT PENTING ”

Baca Juga:  Sambang Malam, Bhabinkamtibmas Utan Panjang Ajak Warga Waspada Curas, Curanmor dan Tawuran

Ia bahkan mengingatkan bahwa ketika regulator menerbitkan sertifikat keselamatan, yang dipertaruhkan bukan sekadar administrasi perusahaan.

“YANG DIPERTARUHKAN ADALAH INTEGRITAS NEGARA. PUBLIK AKHIRNYA AKAN BERTANYA, NEGARA BENAR BENAR MENGAWASI ATAU HANYA MELEGALISASI FORMALITAS ?”

Di akhir perbincangan, Eddy sempat terdiam beberapa detik sambil melihat foto kecelakaan kendaraan niaga yang berada di meja kerjanya.

Lalu ia menutup wawancara dengan satu kalimat yang cukup panjang namun terasa sangat dalam :

“KESELAMATAN TRANSPORTASI TIDAK BOLEH LAGI.DIMULAI SETELAH KORBAN BERJATUHAN. NEGARA, REGULATOR, PERUSAHAAN ANGKUTAN NIAGA, DAN PENEGAK HUKUM HARUS BERHENTI BEKERJA SECARA REAKTIF. KARENA SETIAP kECELAKAAN BESAR SEBENARNYA SELALU MENINGGALKAN PERTANYAAN YANG SAMA APAKAH TRAGEDI INI BENAR BENAR TIDAK BISA DICEGAH, ATAU SISTEMNYA MEMANG SUDAH LAMA DIBIARKAN GAGAL ? ”

Di luar ruangan, suara kendaraan niaga masih terdengar melintas silih berganti.

Dan pertanyaan itu tampaknya akan terus relevan, setidaknya sampai keselamatan benar benar menjadi budaya, bukan sekadar slogan.

RED/Rhn

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260528 WA0133 Prianto Tantang PT NPR Buktikan Keabsahan Pembebasan Lahan 140 Hektare yang Diduga Sepihak
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

– Supported by-

- Advertisement -

Berita Populer

Rekomendasi Backdrop Jogja
Rekomendasi Backdrop Jogja
Sponsored by Backdrop JogjaBackdrop Jogja
1698319444922
Polusi Udara di Desa Citatah, Pemerintah Setempat Tutup Mata
26 Oktober 2023 4.7k Views
IMG 20231018 WA0133
Sudah 3 Tahun Sampah Menumpuk di Jembatan Lelang, Ini Penjelasan Kades Lontar !
3 November 2023 4.3k Views
Picsart 25 04 21 18 44 32 133
Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Pengedar Obat Keras di Tanah Abang, Puluhan Ribu Butir Tramadol Diamankan
21 April 2025 4.2k Views
1714437842625
Uang Nasabah Raib, Ormas KKPMP Banten Geruduk Bank BRI
30 April 2024 4.1k Views
IMG 20240419 WA0192
Kejanggalan Terungkap, SPBU Jalan Raya Legok Diduga Memanfaatkan Solar Bersubsidi secara Ilegal
19 April 2024 4k Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

Kontroversi Pemecatan Kepala Sekolah SMA Yaspi Semper Barat
22 Mei 2026 103 Views
SDN Marga Mulya VI Gelar Buka Puasa Bersama, Merajut Silaturahmi dan Menebar Kebaikan
18 Maret 2026 476 Views
Tantangan Generasi Milenial Dalam Menghadapi Pengaruh Media Sosial dan Perkuat Iman Di Era Digital 
12 Maret 2026 527 Views
Ramadhan Ceria Berkah 2026: KKGPAI dan K3s Koja Sinergi Semarakkan Pendidikan Islami SD
26 Februari 2026 632 Views
BKKBN Kunjungi Inclusive Learning Centre, Sarana Pendidikan Binaan PLN IP UBP Priok
27 Agustus 2025 1.6k Views

Seputar Desa

IMG 20260210 WA0041
TMMD ke-127 Dibuka – Desa Tanjung Rejo Dapat Bantuan Infrastruktur dan Banyak Manfaat
10 Februari 2026 658 Views
IMG 20260131 WA0066
Kodam III/Siliwangi Serahkan Rumah Kepada Keluarga Almarhum Prajurit
31 Januari 2026 690 Views
E79DA317 AC53 4D9A ADAB 79E7E1341C11
Terkesan Adanya Proyek Siluman di Desa Karyamukti, Kades Dan Perangkat Desa Diduga Ada Kongkalingkong
23 Juli 2024 2.7k Views
1709440511417
Terungkap! Oknum di Kantor Desa Samparwadi Diduga Terlibat Kasus Pungli Pembuatan Kartu BPJS PBI
3 Maret 2024 3.1k Views
IMG 20231031 110600 734
Kantor Desa Samparwadi menolak bantuan bendera, Ini Penjelasan Camat Tirtayasa
3 November 2023 1.9k Views

Artikel Terkait:

IMG 20260528 WA0133
TNI – Polri

Prianto Tantang PT NPR Buktikan Keabsahan Pembebasan Lahan 140 Hektare yang Diduga Sepihak

28 Mei 2026 2 Views
IMG 20260528 WA0088
TNI – Polri

Polsek Metro Tanah Abang Gelar Ops Cipta Kondisi, Patroli Gabungan Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif

28 Mei 2026 4 Views
IMG 20260528 WA0093
TNI – Polri

Operasi Cipta Kondisi Statsioner, Polsek Sawah Besar Amankan Empat Kendaraan Bermotor

28 Mei 2026 5 Views
IMG 20260528 WA0095
TNI – Polri

Strong Poin Dan Patroli Polsek Sawah Besar Diperkuat di Titik Rawan Gunung Sahari Raya

28 Mei 2026 5 Views
DKI Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0857 7086 7210
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak / Alamat Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: DI BALIK TARGET ZERO ODOL 2027KITA TERLALU LAMA MENUNGGU KORBAN BARU BEREAKSI
Share

Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media

Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda

Daftar Lupa password?