Bogor, Rasionews.com | SMA Muhammadiyah 11 Rawamangun Jakarta Timur selenggarakan Pesantren Kilat (Sanlat) 1447 H/2026 M. Pesantren Kilat diadakan di Camp Hulu Cai Ciawi Kabupaten Bogor Jawa Barat. Giat tersebut diikuti oleh 252 orang murid dan guru (9-11/03/2026).
Kegiatan yang diadakan setiap tahun secara rutin ini menjadi kalender tetap kegiatan SMA Muhammadiyah 11 Jakarta. Menurut ustadz Agus Gunawan selaku koordinator kegiatan, Pesantren Kilat memiliki maksud membimbing generasi milenial SMA Muhammadiyah 11 Jakarta dalam menghadapi pengaruh media sosial (medsos) dan memperkuat iman di era digital.
Lebih lanjut Agus Gunawan menyampaikan beberapa tujuan kegiatan Sanlat 1447H. “Adapun tujuan kegiatan ini adalah
1. Meningkatkan literasi digital dan kesadaran bijak bermedsos.
- Advertisement -
2. Membentuk Karakter siswa yang kuat dan tahan tethadap pwngaruh negatif medsos.
3. Meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Islam dalam menghadapi tantangan digital.
4. Membangun Komunitas positif dan produktif di medsos.
- Advertisement -
5. Meningkatkan kesadaran spiritual dan keimanan siswa.
6. Membentuk karakter dan akhlak siswa sesuai nilai-nilai Islam.
7. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang ajaran Islam.
8. Membangun kebersamaan dan Ukhuwah Islamiyah antar siswa.
9. Pembiasaan dalam ibadah (seperti sholat 5 waktu, sholat-sholat sunah, membaca Al-Qur’an, dzikir dan doa” ujarnya.
Selain memiliki tujuan seperti yang diuraikan diatas pelajar SMA Muhammadiyah 11 Jakarta juga diberikan pembekalan materi. “Salah satu materi yang diberikan adalah pemahaman terhadap Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)”, jelas ustadz Agus Gunawan.
Selain itu pihak penyelenggara ingin agar siswa/i paham betul dan akan menjadi corong untuk menjelaskan kepada masyarakat luas akan penting KHGT.
Prio Alam yang menjadi salah satu pemateri mengatakan bahwa Pesantren Kilat sebagai salah satu giat yang akan membentuk karakter generasi muda yang islami, akhlakul karimah dan mampu meneladani sifat-sifat Rasulullah Salallahu Alaihi Wasalam.
Salah satu siswa yang tidak mau disebut namanya mengaku bersyukur bisa mengikuti Pesantren Kilat di camp hulu cai. “Saya bersyukur bisa mengikuti giat Sanlat dari awal sampai selesai banyak hal yang harus kami renungan khususnya sebagai generasi milineal harus bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial di era digital ini”, ungkapnya



