Jakarta Utara – | Rasionews | Anggota Dewan Kota Penjaringan, Radian, akhirnya buka suara terkait beredarnya isu yang menyebut dirinya masih tercatat sebagai pengurus salah satu partai politik di Jakarta Utara. Dalam pernyataan resminya, Radian menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmennya untuk fokus menjalankan tugas sebagai wakil masyarakat di Dewan Kota.
“Saya memohon maaf atas ketidaktahuan dan kegaduhan yang timbul akibat beredarnya informasi tersebut,” ujar Radian, Rabu (5/5/2026).
Radian menjelaskan, dirinya telah mengambil langkah dengan mengundurkan diri dari struktur kepengurusan partai politik tidak lama setelah dilantik sebagai anggota Dewan Kota Penjaringan. Menurutnya, keputusan itu diambil demi menjaga independensi dan profesionalitas dalam menjalankan amanah masyarakat.
“Saya sudah menyelesaikan proses pengunduran diri sebagai pengurus partai, dan kini saya ingin sepenuhnya fokus melanjutkan pengabdian di Dewan Kota,” tegasnya.
Isu ini mencuat setelah muncul sorotan publik terkait posisi anggota Dewan Kota yang diharapkan bersifat netral dan tidak terikat kepentingan politik tertentu. Meski dalam aturan Perda DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2011 maupun Pergub Nomor 116 Tahun 2013 tidak secara tegas melarang anggota Dewan Kota menjadi anggota partai politik, namun prinsip independensi tetap menjadi perhatian utama.
Dewan Kota sendiri dibentuk sebagai representasi masyarakat dari unsur tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga kewilayahan, bukan sebagai representasi partai politik. Karena itu, integritas dan netralitas anggota Dewan Kota menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.
- Advertisement -
Selain menyampaikan klarifikasi kepada masyarakat, Radian juga menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara, khususnya kepada Wali Kota Jakarta Utara, atas polemik yang terjadi.
“Terutama kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara, saya menyampaikan permohonan maaf dan siap melanjutkan pengabdian untuk masyarakat,” tandasnya.
Dengan klarifikasi tersebut, Radian berharap polemik yang berkembang dapat diselesaikan dan masyarakat tetap memberikan dukungan agar dirinya dapat menjalankan tugas secara maksimal demi kepentingan warga Penjaringan dan Jakarta Utara. (rhn)



