Jakarta, | Rasionews | 15 April 2026 — Kegiatan Benchmarking Perluasan Manfaat Program Pesona Betawi Tahap IV telah sukses dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di Aula Pesona Betawi, RW 06 Kalibaru. Kegiatan ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian benchmarking yang sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai RW di wilayah Kalibaru.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Lurah Kalibaru, Bapak Suparman, serta Assistant Manager Keamanan dan Humas PLN Indonesia Power UBP Priok, Ibu Astri Oktavina. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap keberlanjutan dan pengembangan program Pesona Betawi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat.
Peserta yang mengikuti kegiatan tahap IV ini berasal dari RW 01, RW 02, RW 13, dan RW 14. Mereka merupakan perwakilan masyarakat yang turut berpartisipasi aktif dalam proses benchmarking guna memperluas wawasan, berbagi praktik baik, serta mengadaptasi program yang telah berjalan di wilayah lain.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi dan praktik lapangan, di antaranya pengenalan baglog dan cara pembuatan komposting, pembudidayaan jamur, pengelolaan bank sampah, pengelolaan biodiesel oleh nelayan, serta pengembangan UMKM Segara Rasa. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masing-masing.
Sekretaris Lurah Kalibaru, Bapak Suparman, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan benchmarking Program Pesona Betawi yang telah dilaksanakan di wilayah Kalibaru. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian warga di setiap RW,” ujarnya.
Sementara itu, Assistant Manager Keamanan dan Humas PLN Indonesia Power UBP Priok, Ibu Astri Oktavina, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
- Advertisement -
“Melalui Program Pesona Betawi, kami berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan potensi lokal masyarakat. Kegiatan benchmarking ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan program dapat direplikasi dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal berbasis kearifan budaya Betawi, sekaligus mendorong kolaborasi antarwilayah dalam implementasi program Pesona Betawi.
Dengan berakhirnya Tahap IV ini, maka seluruh rangkaian kegiatan benchmarking di wilayah Kalibaru telah resmi ditutup. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan oleh masing-masing RW, sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
- Advertisement -
(Rohena)



