Jakarta Utara, Rasionews.com – Serikat Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (SP TKBM) Indonesia merayakan milad ke-24 atau 3 Windu pada perjalanannya mengabdi bagi kaum pekerja sejak tahun 2002 hingga 2026. Perayaan yang digelar di Sekretariat Nasional Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, Kelurahan Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Rabu (27/5/2026), Bertepatan dengan momen Idul Adha.
Ketua Umum SP TKBMI Pusat, Subhan, menyampaikan bahwa rangkaian acara ini sekaligus menjadi wujud syukur atas kesembuhan salah satu anggota serta bertepatan dengan hari lahir salah satu penasihat organisasi. Sebanyak 3 ekor sapi disembelih, merupakan sumbangan dari Gubernur DKI dan kontribusi HPI SP TKBMI Cabang Tanjung Priok, PT. Pelindo yang selanjutnya dibagikan kepada anggota, badan otonom, dan warga sekitar.
Hadir dalam kegiatan ini pengurus pusat, pimpinan daerah dan cabang, serta peserta program Buruh Sarjana. Program peningkatan kualitas SDM tersebut dijadwalkan mulai berjalan perkuliahannya pada bulan Juni mendatang bagi anggota dan keluarga buruh.
- Advertisement -
“Harapan kami, persaudaraan semakin kokoh dan kebersamaan semakin solid. Program Buruh Sarjana segera berjalan lancar dan kemampuan kawan-kawan terus meningkat demi kesejahteraan bersama,” ujar Subhan.
Sementara itu, Nurhani selaku Pimpinan Cabang Tanjung Priok mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak.
- Advertisement -
“Semoga pembagian daging ini membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh TKBM. Kami berharap ke depan semakin banyak pihak yang menyisihkan rezekinya demi kesejahteraan pekerja pelabuhan, serta mendoakan organisasi makin besar, eksis, dan terus maju,” katanya.

Rizal Kobar, Salah Satu Penasihat SP TKBMI, menyoroti peran strategis buruh pelabuhan dalam ekonomi nasional dan perlunya perubahan pandangan terhadap gerakan buruh.
“Revolusi besar lahir dari gerakan buruh. Posisi pelabuhan sangat vital bagi ekonomi negara, sehingga perhatian lebih mutlak bagi kita. Pandangan bahwa gerakan buruh itu negatif harus diluruskan; ini adalah penyeimbang yang sah. Saya yakin di bawah pimpinan Subhan dan kader muda, TKBM akan menjadi lokomotif gerakan buruh pelabuhan se-Indonesia. Kita juga membuka kolaborasi pelatihan K3 dan penanggulangan bencana bersama PMI dan Pemadam Kebakaran. Sejarah perjuangan kita sudah terjalin puluhan tahun, dan kini tantangannya adalah mengasah kemampuan serta menjaga loyalitas organisasi agar semakin kuat,” tegas Rizal.



