Masuk
DKI.RasioNews.comDKI.RasioNews.com
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Premanisme Terselubung Mengancam Desa-Desa di Bogor, Pemkab Harus Turun Tangan
Share
DKI.RasioNews.comDKI.RasioNews.com
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
DKI.RasioNews.com > Berita > Breaking News > Premanisme Terselubung Mengancam Desa-Desa di Bogor, Pemkab Harus Turun Tangan
Breaking News

Premanisme Terselubung Mengancam Desa-Desa di Bogor, Pemkab Harus Turun Tangan

Terakhir diperbarui: 2025/08/20 at 6:12 AM
Reporter Rohena he Diposting 20 Agustus 2025 46 Views
Share
IMG 20250820 WA0008
SHARE

Jawa barat, | Rasionews | Terkait beredar kabar desa-desa di Kabupaten Bogor akan disengketakan terkait Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ke Komisi Informasi, AliansiNews.ID meminta pendapat dari Staf Ahli Lembaga Aliansi Indonesia, Muhammad Syafei.

“Pertama-tama, saya tidak tahu siapa yang akan menggugat atau menyengketakan dan siapa yang disengketakan. Kedua, jika terkait informasi publik, ada prosedur-prosedur yang harus dilalui, mulai dari meminta informasi publik itu ke PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) sampai kemudian muncul ketidak puasan dari akibat permintaan informasi, sehingga disengketakan,” ujar Syafei mengawali pemaparan.

Syafei membenarkan bahwa KIP merupakan amanat undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Begitupun aturan turunannya yaitu Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2018 yang di antara memuat kewajiban dibentuknya PPID Desa.

- Advertisement -

Namun, menurutnya, harus juga difahami bahwa kewajiban membentuk PPID itu tidak disertai aturan mengenai jangka waktu atau batas waktu, tidak diatur juga sanksi apabila belum terbentuk.

“Apabila sudah terbentuk pun, setelah berbagai uraian dan ketentuan di pasal, ayat dan huruf, di bagian akhir dikunci dengan ketentuan ‘media atau alat penyampai informasi itu dapat mempertimbangkan kemampuan atau kondisi sosiologis masyarakat desa setempat’. Kurang lebih seperti itu di Peraturan Komisi Informasi bagian akhir, pasal 20 kalau tidak salah,” kata dia.

Sehingga, menurutnya, memahami peraturan perundang-undangan itu tidak bisa sepotong-sepotong.

- Advertisement -

“Kalau kita fahami secara menyeluruh, informasi publik terkait desa itu semangatnya untuk kepentingan publik masyarakat desa setempat. Memang tidak ada larangan warga di luar desa meminta informasi publik suatu desa, tapi lucu saja kalau mencatut-catut kepentingan warga desa setempat. Kalau warganya sudah merasa cukup dengan media informasi yang ada dan tidak pernah mempersoalkan, lalu ada pihak luar yang meributkan, apa bukan provokasi itu namanya?” kata Syafei.

Baca Juga:  BRI Kebon Jeruk Selenggarakan Acara Senam Pagi untuk Tingkatkan Kesehatan dan Kebersamaan

Dia menambahkan, di desa-desa, sudah ada rapat atau musyawarah berjenjang, dari tingkat musrenbang, musyawarah desa, musyawarah dusun, RW hingga RT. Informasi dan aspirasi warga sudah memiliki salurannya tersendiri, termasuk kebutuhan apa yang penting bahkan mendesak serta menjadi prioritas bagi masyarakat setempat.

Dia menambahkan, “Masih ada juga 20 lebih jenis musyawarah yang merupakan mekanisme pengambilan keputusan di desa terutama terkait rencana pembangunanan desa.”

- Advertisement -

“Jika suatu program belum ada aspirasi masyarakat dan belum menjadi program suatu desa, ya berarti belum dianggap penting atau mendesak, lalu apa kepentingannya pihak luar ‘sok tahu’ tentang apa yang harus menjadi penting atau mendesak di desa yang bersangkutan?” lanjutnya.

Menurutnya, kondisi desa berbeda-beda sehingga kebutuhan maupun skala prioritasnya juga berbeda-beda.

“Kalau suatu desa kondisinya jalannya masih banyak yang kurang layak, warganya masih banyak yang jadi pengangguran atau berada di bawah garis kemiskinan, belum lagi kalau masuk kategori rawan kriminalitas, rawan bencana dan sebagainya. Itu misalnya ya. Lalu misalnya saya nih yang biasa hidup di Jakarta kemudian memaksakan standar saya sebagai orang kota ke desa-desa, ya geblek namanya,” ujar Syafei sambil tertawa.

Kembali mengenai kabar desa-desa akan disengketakan ke Komisi Informasi, Syafei mengatakan, “Pertama, saya tidak tahu yang akan menyengketakan itu apakah pihak atau komplotan yang sama dengan yang menekan desa terkait desa digital itu atau beda. Tapi sama atau beda, saya melihat ada kesamaan pola, yaitu semacam mengancam atau menakuti-nakuti desa atau menekan desa.”

“Apalagi, jika nantinya ujungnya minta proyek, menurut saya ini semacam ‘premanisme terselubung’. Salah satu kriteria premanisme itu kan memaksakan kehendak kepada orang lain untuk kepentingan pribadi. Kalau premanisme konvensional melalui kekerasan atau ancaman kekerasan. Sedangkan ‘premanisme terselubung’ secara halus, dengan berlindung di balik kata undang-undang dan peraturan untuk memaksakan kehendak. Itu dugaan saya lho ya,” jelasnya.

Baca Juga:  BRI BO Serang Gelar Sosialisasi Brigif 87 TNI AD, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

Kepala Desa atau pemerintahan desa, menurutnya, jangan takut atau tunduk dengan ancaman semacam itu, karena sengketa informasi publik itu tak sesederhana yang dibayangkan.

“Harus melalui prosedur permintaan informasi publik kepada PPID Desa sehingga kemudian ,singkatnya, timbul ketidak puasan pihak pemohon, lalu digugat atau disengketakan. Pihak yang disengketakan ya PPID Desa dan atau Kepala Desa selaku atasan PPID Desa. Lha kalau PPID Desa saja belum terbentuk, apa yang disengkatakan?” tegasnya.

Lebih lanjut, jika dugaan “premanisme terselubung” itu memang ada, menurut Syafei pihak-pihak terkait harus turun tangan untuk mengayomi kades-kades di Kabupaten Bogor.

“Kan ada Apdesi tuh, ada juga dewan terutama di komisi ataupun dapil yang bersangkutan, dan tentunya Pemkab. Pemkab bisa cukup melalui DPMD, kalau tidak bisa ya Bupati atau Wakil Bupati perlu turun tangan langsung. Apalagi jika, ini jika ya, komplotan itu sama dengan yang menekan soak desa digital, berarti ada indikasi oknum tenaga ahli yang terlibat,” pungkasnya.

(Rohena)

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20250820 WA0006 Dugaan Keterlibatan Oknum Tenaga Ahli DPMD Kab. Bogor dalam Permainan Kotor Desa Digital, Begini Modusnya
BERITA BERIKUTNYA IMG 20250820 WA0014 Polsek Metro Gambir Gencarkan Patroli Antisipasi 3C di JPO Roxy
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

– Supported by-

- Advertisement -

Berita Populer

Rekomendasi Backdrop Jogja
Rekomendasi Backdrop Jogja
Sponsored by Backdrop JogjaBackdrop Jogja
1698319444922
Polusi Udara di Desa Citatah, Pemerintah Setempat Tutup Mata
26 Oktober 2023 4.1k Views
IMG 20231018 WA0133
Sudah 3 Tahun Sampah Menumpuk di Jembatan Lelang, Ini Penjelasan Kades Lontar !
3 November 2023 3.6k Views
Picsart 25 04 21 18 44 32 133
Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Pengedar Obat Keras di Tanah Abang, Puluhan Ribu Butir Tramadol Diamankan
21 April 2025 3.6k Views
1714437842625
Uang Nasabah Raib, Ormas KKPMP Banten Geruduk Bank BRI
30 April 2024 3.4k Views
IMG 20240419 WA0192
Kejanggalan Terungkap, SPBU Jalan Raya Legok Diduga Memanfaatkan Solar Bersubsidi secara Ilegal
19 April 2024 3.4k Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

BKKBN Kunjungi Inclusive Learning Centre, Sarana Pendidikan Binaan PLN IP UBP Priok
27 Agustus 2025 1k Views
Calon Paskibraka Jakarta Utara Dilatih Wawasan Kebangsaan dan PBB
5 Maret 2025 1.1k Views
PLN INDONESIA POWER UBP PRIOK GELAR WORKSHOP PAUD MENUJU PENDIDIKAN INKLUSI BERSAMA HIMPAUDI DKI JAKARTA
12 Februari 2025 1.7k Views
SMPN 246 Jakarta Timur Study Tour Projeck P5 (Penguatan Profil Pelajar Pancasila).
18 Desember 2024 2k Views
Panglima TNI Bagikan Ribuan Sembako dan Resmikan Lapangan Prima Mabes TNI
2 November 2024 1.6k Views

Seputar Desa

IMG 20260210 WA0041
TMMD ke-127 Dibuka – Desa Tanjung Rejo Dapat Bantuan Infrastruktur dan Banyak Manfaat
10 Februari 2026 25 Views
IMG 20260131 WA0066
Kodam III/Siliwangi Serahkan Rumah Kepada Keluarga Almarhum Prajurit
31 Januari 2026 62 Views
E79DA317 AC53 4D9A ADAB 79E7E1341C11
Terkesan Adanya Proyek Siluman di Desa Karyamukti, Kades Dan Perangkat Desa Diduga Ada Kongkalingkong
23 Juli 2024 2.1k Views
1709440511417
Terungkap! Oknum di Kantor Desa Samparwadi Diduga Terlibat Kasus Pungli Pembuatan Kartu BPJS PBI
3 Maret 2024 2.5k Views
IMG 20231031 110600 734
Kantor Desa Samparwadi menolak bantuan bendera, Ini Penjelasan Camat Tirtayasa
3 November 2023 1.3k Views

Artikel Terkait:

1770915212266 1
Breaking News

Modus Penipuan Segitiga Berujung Penyekapan

12 Februari 2026 12 Views
IMG 20260212 WA0057 1
Breaking News

Sinergi PWJU dan Satpol PP Jakarta Utara, Bangun Edukasi dan Publikasi  

12 Februari 2026 17 Views
IMG 20260212 140210 1
Breaking News

Silaturahmi Dan Munggahan Satpol PP Kecamatan Tanjung Priok, Mampol Mardani Lepas Purna Bakti Sutardi dan Burhan Nudin

12 Februari 2026 12 Views
IMG 20260212 140210
Breaking News

12 Februari 2026

12 Februari 2026 9 Views
DKI.RasioNews.com
  • rasionews25@gmail.com
  • 0857 7086 7210
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak / Alamat Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Premanisme Terselubung Mengancam Desa-Desa di Bogor, Pemkab Harus Turun Tangan
Share

Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media

Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda

Daftar Lupa password?