Masuk
DKI.RasioNews.comDKI.RasioNews.com
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: PEMIMPIN YANG PERGI, RAKYAT YANG MENUNGGU
Share
DKI.RasioNews.comDKI.RasioNews.com
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
DKI.RasioNews.com > Berita > Breaking News > PEMIMPIN YANG PERGI, RAKYAT YANG MENUNGGU
Breaking News

PEMIMPIN YANG PERGI, RAKYAT YANG MENUNGGU

Terakhir diperbarui: 2026/03/18 at 6:56 PM
Reporter Rohena he Diposting 18 Maret 2026 5 Views
Share
IMG 20260318 WA0152
SHARE

JAKARTA | Rasionews | Eddy Suzendi, S.H.Advokat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)
Antrian hingga lima jam di pelabuhan penyeberangan bukan sekadar peristiwa teknis. Ia adalah cermin dari bagaimana negara hadir atau justru absen dalam mengelola sistem transportasi yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.(18/3/2026)

Ketika seorang menteri datang, lalu pergi di tengah situasi krisis tanpa solusi, publik tidak hanya kecewa. Mereka merasa ditinggalkan.

Padahal, dalam setiap simpul kemacetan ekstrem, selalu ada satu kata kunci yang menentukan traffic engineering.

- Advertisement -

Namun sayangnya, istilah ini sering kali dipahami secara dangkal, bahkan oleh pengambil kebijakan. Traffic engineering bukan sekadar mengatur kendaraan agar bergerak. Ia adalah ilmu dan seni mengelola arus, waktu, ruang, dan perilaku pengguna jalan secara terintegrasi dan berbasis data.

Di pelabuhan penyeberangan, kompleksitasnya bahkan berlipat. Arus kendaraan darat harus disinkronkan dengan kapasitas laut. Setiap kendaraan yang masuk tanpa pengaturan yang presisi akan menjadi beban sistem. Tanpa rekayasa lalu lintas yang matang, pelabuhan berubah menjadi bottleneck raksasa menyumbat, menumpuk, dan akhirnya lumpuh.

Ketika Sistem Dibiarkan Tanpa Batas

- Advertisement -

Apa yang terjadi hari ini sejatinya bukan hal baru. Keluhan dari pelaku lapangan menunjukkan bahwa persoalan ini berulang dari tahun ke tahun, bahkan cenderung semakin parah.

Kapasitas dermaga boleh saja ditambah. Kapal pernah didatangkan, bahkan pada masa Ignasius Jonan sempat ada intervensi penambahan armada. Namun semua itu bersifat sementara.

Masalah utamanya tidak pernah disentuh ketiadaan pengendalian sistem.

- Advertisement -

Dalam teori transportasi, kemacetan ekstrem terjadi ketika permintaan (jumlah kendaraan) melampaui kapasitas (kapal dan dermaga). Tanpa pembatasan, tanpa pengaturan, maka setiap kendaraan yang datang akan menumpuk menjadi antrian tak berujung.

Baca Juga:  Pesta Miras di Lagoa Berujung Baku Hantam, Ini Kronologisnya !

Lebih parah lagi, armada yang digunakan sebagian besar adalah kapal kapal tua. Secara teknis, ini menurunkan kapasitas efektif layanan. Artinya, bukan hanya jumlah kapal yang terbatas, tetapi juga kinerjanya yang tidak optimal.

Di sisi lain, tidak pernah ada kesepakatan tegas mengenai daya dukung dan daya tampung. Berapa jumlah maksimal kendaraan yang boleh masuk? Kapan sistem harus ditutup sementara? Siapa yang mengendalikan arus sebelum masuk pelabuhan?

Tanpa jawaban atas pertanyaan pertanyaan ini, maka yang terjadi adalah satu hal yang pasti sistem berjalan tanpa kendali.

Ilusi Solusi tambah Infrastruktur Tanpa Kendali Demand

Selama ini, solusi yang sering diambil adalah menambah dermaga atau menambah kapal. Namun pendekatan ini mengabaikan satu teori penting dalam transportasi induced demand.

Ketika kapasitas ditambah, masyarakat justru terdorong untuk semakin banyak menggunakan kendaraan pribadi. Akibatnya, tambahan kapasitas tersebut segera habis “dimakan” oleh lonjakan permintaan.

Inilah sebabnya mengapa

* Dermaga bertambah, tetapi antrian tetap panjang

* Kapal ditambah, tetapi kemacetan tidak hilang

Tanpa pengendalian jumlah kendaraan, maka pembangunan infrastruktur hanya menjadi ilusi solusi.

Kegagalan Berlapis Dari Armada hingga Kebijakan

Jika ditelaah lebih dalam, persoalan ini adalah kegagalan berlapis

* Armada: Kapal tua, kapasitas rendah, tidak berkelanjutan

* Manajemen Tidak ada traffic engineering yang disiplin

* Regulasi Tidak ada batas daya dukung dan daya tampung

* Perilaku Ketergantungan tinggi pada kendaraan pribadi

* Kebijakan Minimnya dorongan terhadap angkutan umum

Ketika semua lapisan ini bermasalah, maka yang terjadi bukan lagi sekadar kemacetan, tetapi kegagalan sistem transportasi secara utuh.

Lalu Apa yang Terjadi Ketika Pemimpin Tidak Memahami Ini?

Baca Juga:  Wakasad : Pembangunan Satuan Krusial Bagi Pengembangan Kekuatan Pertahanan

Yang terjadi adalah reaksi, bukan solusi.
Yang muncul adalah kepanikan, bukan kendali.
Dan yang paling berbahaya: keputusan untuk meninggalkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Padahal, dalam situasi seperti itu, kehadiran seorang pejabat publik seharusnya menjadi titik balik. Ia harus mengambil alih kendali koordinasi, menggerakkan seluruh sumber daya, dan memastikan bahwa rekayasa lalu lintas darurat segera diterapkan.

Langkah konkret sebenarnya sudah jelas membuka kantong parkir (buffer zone), menerapkan sistem buka tutup arus kendaraan, mengatur jadwal kapal secara dinamis, hingga menyediakan informasi real time kepada masyarakat.

Semua itu bukan hal yang mustahil. Itu adalah praktik standar dalam manajemen transportasi modern.

Ini Bukan Lagi Kejadian, Ini Pola

Kita harus berhenti menyebut ini sebagai “kejadian”.
Ini adalah pola kegagalan yang berulang.

Dalam perspektif hukum transportasi, kondisi ini tidak bisa terus menerus dianggap sebagai situasi darurat biasa. Ketika antrian ekstrem terjadi akibat kelalaian dalam pengelolaan, maka yang muncul bukan hanya kerugian waktu, tetapi juga kerugian ekonomi, sosial, bahkan potensi keselamatan.

Tidak adanya early warning system, lemahnya riset dan pengembangan (R&D), serta buruknya koordinasi lintas sektor menunjukkan bahwa sistem ini berjalan tanpa fondasi yang kuat.

Negara Tidak Boleh Absen

Kita tidak boleh lagi menormalisasi keadaan seperti ini.

Karena setiap kendaraan yang mengantre berjam jam itu bukan sekadar angka statistik. Di dalamnya ada manusia ada keluarga, ada pekerja, ada distribusi logistik yang menentukan roda ekonomi.

Dan di balik setiap keterlambatan, ada biaya yang diam diam dibebankan kepada rakyat.

Pemimpin sejati tidak diukur dari seberapa sering ia hadir, tetapi dari seberapa kuat ia bertahan di tengah masalah dan menyelesaikannya.

Baca Juga:  Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-79: Polsek Koja Peduli Driver Ojol

Meninggalkan lokasi mungkin menyelesaikan ketidak nyamanan pribadi.
Tetapi tidak pernah menyelesaikan persoalan publik.

Closing Statement Saatnya Berani Mengendalikan

Sudah saatnya kita berhenti mengelola transportasi dengan pendekatan reaktif dan seremonial.

Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk

* Menetapkan batas daya dukung dan daya tampung

* Mengendalikan jumlah kendaraan secara tegas

* Meremajakan armada secara sistematis

* Mendorong peralihan ke angkutan umum

* Menerapkan traffic engineering berbasis data dan disiplin

Tanpa itu semua, maka satu hal yang pasti

* Antrian akan terus terjadi.
* Waktu tunggu akan semakin panjang.
* Dan rakyat akan terus menjadi pihak yang menanggung akibatnya.

Karena pada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan pejabat yang sekadar datang dan pergi.

Rakyat membutuhkan pemimpin yang mengerti, bertindak, dan bertanggung jawab.

Penulis:
Eddy Suzendi, S.H.
Advokat LLAJ
Tagline:
Keselamatan yang Berkeadilan

(Rohena)

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260318 WA0164 Praktis dan Cepat, Layanan SKCK Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi Masyarakat
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260317 WA0145 Dandim 1710/Mimika Pimpin Upacara 17-an, Bacakan Amanat Pangdam XVII/Cenderawasih
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

– Supported by-

- Advertisement -

Berita Populer

Rekomendasi Backdrop Jogja
Rekomendasi Backdrop Jogja
Sponsored by Backdrop JogjaBackdrop Jogja
1698319444922
Polusi Udara di Desa Citatah, Pemerintah Setempat Tutup Mata
26 Oktober 2023 4.3k Views
IMG 20231018 WA0133
Sudah 3 Tahun Sampah Menumpuk di Jembatan Lelang, Ini Penjelasan Kades Lontar !
3 November 2023 3.8k Views
Picsart 25 04 21 18 44 32 133
Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Pengedar Obat Keras di Tanah Abang, Puluhan Ribu Butir Tramadol Diamankan
21 April 2025 3.8k Views
1714437842625
Uang Nasabah Raib, Ormas KKPMP Banten Geruduk Bank BRI
30 April 2024 3.6k Views
IMG 20240419 WA0192
Kejanggalan Terungkap, SPBU Jalan Raya Legok Diduga Memanfaatkan Solar Bersubsidi secara Ilegal
19 April 2024 3.6k Views
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

Tantangan Generasi Milenial Dalam Menghadapi Pengaruh Media Sosial dan Perkuat Iman Di Era Digital 
12 Maret 2026 54 Views
Ramadhan Ceria Berkah 2026: KKGPAI dan K3s Koja Sinergi Semarakkan Pendidikan Islami SD
26 Februari 2026 167 Views
BKKBN Kunjungi Inclusive Learning Centre, Sarana Pendidikan Binaan PLN IP UBP Priok
27 Agustus 2025 1.2k Views
Calon Paskibraka Jakarta Utara Dilatih Wawasan Kebangsaan dan PBB
5 Maret 2025 1.3k Views
PLN INDONESIA POWER UBP PRIOK GELAR WORKSHOP PAUD MENUJU PENDIDIKAN INKLUSI BERSAMA HIMPAUDI DKI JAKARTA
12 Februari 2025 1.8k Views

Seputar Desa

IMG 20260210 WA0041
TMMD ke-127 Dibuka – Desa Tanjung Rejo Dapat Bantuan Infrastruktur dan Banyak Manfaat
10 Februari 2026 210 Views
IMG 20260131 WA0066
Kodam III/Siliwangi Serahkan Rumah Kepada Keluarga Almarhum Prajurit
31 Januari 2026 239 Views
E79DA317 AC53 4D9A ADAB 79E7E1341C11
Terkesan Adanya Proyek Siluman di Desa Karyamukti, Kades Dan Perangkat Desa Diduga Ada Kongkalingkong
23 Juli 2024 2.3k Views
1709440511417
Terungkap! Oknum di Kantor Desa Samparwadi Diduga Terlibat Kasus Pungli Pembuatan Kartu BPJS PBI
3 Maret 2024 2.7k Views
IMG 20231031 110600 734
Kantor Desa Samparwadi menolak bantuan bendera, Ini Penjelasan Camat Tirtayasa
3 November 2023 1.5k Views

Artikel Terkait:

IMG 20260318 151418
Breaking NewsEdukasiPOLRI

Siswa SIP Angkatan 55 Tahun 2026 Bagikan Bingkisan Lebaran Kepada Warga RW 07 Kampung Pancasila

18 Maret 2026 8 Views
1773753776294
Breaking News

Aliansi Papanggo 1928 Gelar Silaturahmi dengan Lurah Papanggo: Perkuat Sinergi demi Kemajuan Wilayah

17 Maret 2026 15 Views
IMG 20260317 WA0200
Breaking News

Gebyar Literasi Ramadhan 1447 H, Apical Dorong Minat Baca Siswa SDN 03 Marunda

17 Maret 2026 12 Views
IMG 20260317 WA0001
Breaking News

Parah!! Bendera Merah Putih Sudah Robek dan Kusam Masih Saja di Pasang di Atas Gedung Apotek

17 Maret 2026 20 Views
DKI.RasioNews.com
  • rasionews25@gmail.com
  • 0857 7086 7210
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak / Alamat Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: PEMIMPIN YANG PERGI, RAKYAT YANG MENUNGGU
Share

Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media

Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda

Daftar Lupa password?