Garut Jawa Barat, | Rasionews | Pemilik pabrik roti yang berada Di Desa Kolot Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut.Sangat Di rugikan,atas pemberitaan sepihak Media online Setempat karena merusak citra perusahaan juga produksi terhenti tutur Saifudin
Saifudin juga menyampaikan saya sangat di rugikan atas pemberitaan yang sudah viral oleh media online lokal setempat karena Dampaknya sangat terasa untuk kami. produksi terhenti, mengakibatkan kerugian besar. karena perusahaan baru merintis kurang lebih 2 bulan berjalan ungkapnya
Harusnya media online Setempat mematuhi undang-undang jurnalistik, setiap ada temuan konfirmasi terlebih Dahulu.agar kami Dapat menjawab. Dengan viral nya Pemberitaan secara sepihak tanpa konfirmasi terlebih dahulu ini artinya tidak berimbang, maka yang sudah viral cacat secara undang undang jurnalistik NO 40 pasal 3 bahwa setiap informasi harus konfirmasi Dan klarifikasi tukas Saifudin
Dalam pertemuan klarifikasi juga di hadiri babinkamtibmas, Babinsa, kepala trantibum kecamatan Cilawu, perwakilan dari kelurahan setempat,juga awak media, kedepannya Bimas akan kordinasi dengan Kapolsek.yaitu mengundang kedua belah pihak untuk klarifikasi
Kalau tidak segera di mediasi oleh pihak kepolisian.akan menjadi bumerang bagi perusahaan kami, karena jadi perspektif buruk dalam pandangan masyarakat, Dampaknya Konsumen Menurun ujar Saifudin
Beberapa awak media mengkonfirmasi kepada pemilik pabrik Roti tentang berita tersebut beliau mengatakan pada hari Jumat beberapa orang datang mengaku sebagai wartawan tanpa konfirmasi kepada kami karena saya posisi pulang kampung sedangkan yang ada di pabrik anak bua saya yang tidak tau apa-apa pada saat itu sedang libur tidak ada aktivitas tiba – tiba mereka memaksa masuk dan langsung mengambil gambar, dalam pemberitaan mengatakan bahwa ada lalar di roti pada hal itu tidak benar, memang ada bahan yang saya buka seperti selai kacang dan selai kelapa itu kan dari pabrik dan di arahkan untuk di buka karena masih panas di mana seandainya di olah langsung akan basi oleh sebab itu apa yang di beritakan bahwa ada lalar di roti atau bahan lain adalah hoax .
- Advertisement -
Juga Babinsa dan Bimmas memberikan ke saksikan bahwa kami sering mengadakan silaturahmi, sebenarnya tidak ada masalah di pabrik Roti ini karena kami juga sering mengkonsumsi tapi sampai sekarang kami sehat -sehat saja jadi apa yang di beritakan salah satu media tersebut adalah tidak benar Ungkapnya.
Menurut pernyataan resmi pemilik pabrik, hingga saat ini pihak redaksi media terkait tidak pernah melakukan wawancara, klarifikasi, ataupun upaya komunikasi sebelum mempublikasikan informasi yang dimaksud. Padahal, perusahaan selalu terbuka untuk memberikan keterangan yang akurat, termasuk terkait operasional, kualitas produk, maupun standar keamanan pangan yang diterapkan.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa setiap informasi yang dipublikasikan seharusnya melalui proses verifikasi yang benar sesuai prinsip jurnalistik, agar tidak menimbulkan hoaks, fitnah, ataupun persepsi keliru di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemilik pabrik berharap media yang bersangkutan segera melakukan koreksi dan memberikan hak jawab secara proporsional.
- Advertisement -
Perusahaan juga memastikan tetap berkomitmen menjalankan kegiatan usaha secara profesional, menjaga mutu produk, serta melayani konsumen dengan penuh tanggung jawab demi kepercayaan dan kenyamanan masyarakat.
Di pasal 3 kode etik jurnalis ” Bahwa wartawan haruslah selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang tidak mencampur adukkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
Kami berharap agar tidak ada lagi kejadian seperti ini,Dan apabila ada bukti unsur pidana, supaya secepatnya di proses oleh pihak kepolisian, karena kami sangat di rugikan oleh pihak media online lokal setempat yang memiralkan berita Tendsius tanpa konfirmasi terlebih dahulu pungkas Saifudin
(Rohena)



