Jakarta Pusat – | Rasionews | Sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berangkat dari Wisma Trisakti, Johar Baru, Jakarta Pusat, menuju Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat (26/9/2025).
Massa yang dipimpin koordinator lapangan Tulus Lumban Toruan itu berkumpul sejak pukul 12.00 WIB dengan membawa sejumlah alat peraga, antara lain bendera Merah Putih, bendera organisasi, spanduk bertuliskan #INDONESIA_DARURAT_AGRARIA dan #KEMBALIKAN_RAKYAT_ATAS_TANAH, serta sebuah mobil sound system. Sekitar pukul 13.31 WIB, massa bergerak dengan menggunakan 10 unit mikrolet M.35 menuju lokasi aksi.
Dalam aksinya, GMNI membawa sejumlah tuntutan, antara lain mendorong penyelesaian sengketa hukum di bidang pertanahan, mendesak implementasi sertifikat elektronik sesuai kebijakan pemerintah dalam era digital, serta meninjau ulang regulasi agraria seperti Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan.
Polsek Johar Baru menurunkan lima personel dipimpin Panit Opsnal Intelkam Ipda Agung Prasetya untuk melakukan pengamanan di titik pemberangkatan. Massa telah diimbau agar tidak membawa ban bekas, tidak naik ke atap kendaraan, serta menjaga ketertiban selama perjalanan maupun saat kembali dari lokasi unjuk rasa. Hingga pemberangkatan, situasi berlangsung aman dan kondusif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan pihak kepolisian berkomitmen menjaga keamanan dan mengawal jalannya aksi agar tetap tertib. “Polisi selalu menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, kami juga memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak mengganggu ketertiban umum. Prinsipnya, penyampaian aspirasi bisa berjalan aman, tertib, dan damai,” ujar Susatyo.
Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar menambahkan, pihaknya telah melakukan pendekatan humanis kepada koordinator lapangan dan massa aksi sejak titik pemberangkatan. “Kami tekankan kepada peserta unras untuk tidak melakukan tindakan anarkis serta menjaga keselamatan di jalan. Alhamdulillah, massa mendengarkan imbauan dan situasi di wilayah Johar Baru tetap kondusif,” kata Saiful.
- Advertisement -
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
(Rohena)



