Jakarta, dki rasionews – Sebuah lokasi urugan di daerah BKT Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, kini meledak di media sosial, Jum’at (26/12/2025).

Lokasi proyek Kini menjadi sorotan ribuan netizen setelah banyak yang membagikan bukti visual jalanan yang dipenuhi tanah serbuk dan sangat licin. Masalah ini muncul karena puluhan mobil dump truck aktif masuk keluar membawa tanah urugan, membuat butiran tanah berceceran ke semua sudut jalan raya dan menyulitkan kendaraan berjalan.
Seorang warga yang biasa disapa Gondrong mengaku merasakan dampaknya langsung.
“Tanah ini memang banyak berceceran, apalagi kalau bercampur air hujan – jadinya sangat licin. Banyak kendaraan yang tergelincir,” jelasnya.

Namun, penting untuk dicatat: lahan yang terawat rapi di sebelah lokasi viral itu bukanlah bagian dari urugan yang menjadi perdebatan. Lahan itu milik ahli waris Dul Serin, sudah dibangun pagar rapi dan selalu dijaga kebersihannya oleh 4 orang pekerja yang disebut “pigmen”. Ari, penanggung jawab lahan milik Dul Serin, pun tegas membedakannya.

- Advertisement -
“Kalau yang viral itu lahan sebelah, kalau lahan ini ada pemiliknya – bukan punya pemerintah,” tegas Ari dalam wawancara dengan awak media.
Dia menjelaskan bahwa pagar yang dibangun bertujuan untuk menjaga lahan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami selalu tertib dan menyiapkan pembersih jalan berjumlah 4 orang pigmen – mereka membersihkan debu dan sampah setiap hari, jadi lahan ini tetep rapi dan tidak mengganggu warga sekitar,” tambahnya.
- Advertisement -
Ari juga menegaskan ulang status kepemilikan untuk menghindari kesalahpahaman.
“Lahan ini bukan milik pemerintah melainkan milik ahli waris Dul Serin. Kalau proyek sebelah, kita tidak tahu menahu jelasnya – tidak ada hubungannya sama sekali dengan lahan kami,” katanya.
Hingga saat ini, pihak yang mengelola lokasi urugan viral belum memberikan konfirmasi apapun mengenai penanganan masalah tanah serbuk dan jalan yang licin.
Netizen pun terus menuntut agar dinas terkait segera melakukan pengecekan dan menuntut tanggung jawab agar jalan kembali aman untuk dilalui.
(Red).



