Kebumen, Jawa Tengah – rasionews |Sabtu, 22 Februari 2025, Desa Bener Wetan, Kecamatan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah, bergema dengan lantunan gamelan dan suara wayang. Di tengah aroma sate Ambal yang menggoda, pagelaran “Wayang Milenial Jakarta” menyuguhkan lakon “Begawan Ciptaning Harjuna Wiwaha,” sebuah pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang memukau.

Dalang handal di balik wayang-wayang tersebut adalah Ki H. Gunarto Gunotalijendro SH.MM, tokoh yang dikenal sebagai Ketua Wayang Milenial Jakarta, juga sebagai Ki Gunarto Gunotalinjendro (Komunitas KGG) dan Penggemar Wayang Gunarto Guno Talijendro (PWGG). Pagelaran ini merupakan wujud syukur masyarakat dan hiburan bagi pecinta wayang kulit.
Ki Gunarto, yang telah melanglang buana sebagai “Dalang Duta Budaya Internasional” di Jepang, Eropa, Australia, Vatikan, Roma, Italia, dan Amerika, menunjukkan kepiawaiannya yang luar biasa. Gerakan tangannya yang lincah dan suaranya yang merdu menghidupkan setiap tokoh pewayangan, sehingga tak heran ia dijuluki “Dalang Salto Sawengi Ping Seket.”

Lakon “Begawan Ciptaning Harjuna Wiwaha” sendiri mengisahkan perjalanan spiritual Arjuna dalam “Laku Tapa Brata” di Gua Mintaraga, Gunung Indrakila, di mana ia bergelar “Begawan Ciptaning.” Perjalanan ini dipenuhi cobaan berat, bukan hanya dari makhluk halus, tetapi juga dari para dewa dan bidadari dari Kahyangan Giri Saloka.
- Advertisement -
Tujuh bidadari yang dikirim Batara Indra untuk menggoda Arjuna, melambangkan keindahan pelangi, namun tekad Arjuna tetap teguh. Bahkan godaan dari Batara Indra yang menyamar sebagai resi tua, yang mempertanyakan makna tapa brata, tak mampu menggoyahkan tekad Arjuna untuk mengukuhkan dharma-nya sebagai ksatria Pandawa.
Arjuna menghadapi berbagai rintangan, termasuk babi hutan jelmaan Dibya Mamang Murka, dan godaan dari dua ksatria jelmaan Sang Hyang Manikmaya (Batara Guru) dan Sang Hyang Kanekaputra (Batara Narada). Namun, berkat kesaktiannya, Arjuna berhasil melewati semua cobaan. Sebagai hadiah atas keteguhannya, ia menerima senjata sakti Panah Pasopati, senjata yang mampu membinasakan angkara murka Prabu Niwata Kawaca, raja raksasa yang ingin mempersunting Bathari Supraba.
Pertunjukan yang memikat ini berhasil menyedot perhatian warga Kebumen, memenuhi tempat pertunjukan hingga dini hari. Kehebatan Ki Dalang Gunarto, yang juga pemegang Rekor MURI 2024, patut diapresiasi. Bagi yang belum sempat menyaksikan, pertunjukan ini dapat ditonton kembali melalui kanal YouTube Andika Multimedia, New, dan Gatot Jatayu New.
- Advertisement -
(Lianna).



