Jakarta Pusat – | Rasionews | Polsek Sawah Besar terus berkomitmen memberikan edukasi kepada pelajar. Pada Selasa, 15 Juli 2024, Kanit Binmas Polsek Sawah Besar bersama Kapolsubsektor Pasar Baru serta Bhabinkamtibmas kelurahan Pasar Baru hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula SMKN 27 Jakarta, Jl. Dr. Sutomo, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pemaparan materi oleh Kanit Binmas Iptu Dwi Budianto dan Kapolsubsektor Pasar Baru Iptu Syafrizal serta Bhabinkamtibmas kelurahan Pasar Baru Aipda Bambang Supriyanto, tentang Bullying/Perundungan, Kekerasan/Tawuran, dan Narkoba yang diikuti oleh 464 siswa kelas 10 SMKN 27 Jakarta.
Dalam materinya, Iptu Dwi menekankan bullying dapat dilakukan oleh siapa saja dan bukan hal sepele. “Mengintimidasi orang adalah perilaku yang dapat menjadi kebiasaan, berakibat pada kekerasan mental. Berani menolak ajakan buruk, jangan takut dianggap penakut,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan dampak bullying seperti rendahnya rasa percaya diri, munculnya perasaan marah, sedih, hingga depresi berat bahkan bunuh diri. Bullying diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 3 tahun 6 bulan dan denda hingga Rp72 juta.
Selain itu, siswa diimbau menjauhi narkoba karena kerap masuk ke sekolah dengan modus awal diberikan gratis untuk memancing ketergantungan. “Narkoba merusak masa depan, jangan sampai terjerat karena kalian adalah generasi emas Indonesia,” tambahnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, edukasi pencegahan bullying dan narkoba sejak dini sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. “Kami ingin memastikan anak-anak Jakarta Pusat tumbuh dalam lingkungan positif, menjadi generasi yang berani menolak kekerasan dan narkoba,” ujarnya.
- Advertisement -
Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan menambahkan, pihaknya terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan pelajar melalui edukasi langsung. “Kami ingin anak-anak memahami risiko bullying dan narkoba agar mereka terlindungi dan berprestasi sesuai cita-citanya,” pungkasnya.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
(Rohena)



