Jakarta Pusat — | Rasionews | Berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta komitmen Polri dalam perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, jajaran Polsek Sawah Besar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangga Dua Selatan Aiptu Arifin, melaksanakan kegiatan sambang dan empati kepada warga korban tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kegiatan ini bertujuan memberikan kepastian hukum, dukungan moril, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri dalam setiap persoalan hukum yang dialami warga. Rabu (28/1/2026)
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri.
“Polri tidak hanya hadir saat penindakan hukum, tetapi juga hadir untuk memberi empati, memastikan korban merasa aman, serta memperoleh informasi yang jelas terkait perkembangan laporannya. Kami berharap masyarakat tidak ragu melapor dan percaya bahwa negara hadir melindungi hak-hak mereka,” ujar Reynold.
Kegiatan sambang dilaksanakan pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Budi Rahayu III, RT 10 RW 09, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Bhabinkamtibmas Aiptu Arifin mengunjungi rumah korban penganiayaan fisik dalam lingkup KDRT untuk menyampaikan perkembangan laporan polisi yang telah tercatat secara resmi, sekaligus memberikan pendampingan dan edukasi kamtibmas kepada korban dan lingkungan sekitar.
Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan korban merasa diperhatikan dan dilindungi. Selain proses hukum yang berjalan, kami juga membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan apabila korban menghendaki dan pelaku berkomitmen tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Rahmat.
Ketua RT setempat menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas dan mengapresiasi respons cepat Polri. Ia menilai langkah tersebut memberikan rasa aman bagi warga.
“Kami merasa diperhatikan. Warga jadi tahu bahwa polisi benar-benar hadir, mendengarkan, dan peduli terhadap masalah di lingkungan kami. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang dan warga semakin berani melapor,” ujarnya.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
- Advertisement -
(Rohena)



