Jakarta Pusat — | Rasionews | Sebanyak 15 personel Polsek Sawah Besar dikerahkan dalam apel pelayanan pengamanan rencana aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2026) pukul 10.00 WIB. Apel digelar untuk memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan pengamanan aksi secara aman dan humanis. Apel dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Pasar Baru, Aiptu Ranu Prowoto, atas perintah Kapolsek Sawah Besar.
Dalam apel tersebut, Aiptu Ranu Prowoto bertindak sebagai pimpinan apel sekaligus padal di objek pengamanan. Kekuatan personel terdiri dari 10 anggota Polsek Sawah Besar dan 5 personel pengamanan dalam (Pamdal). Aksi unjuk rasa rencananya diikuti sekitar 20 orang dari elemen Mahasiswa Hukum Indonesia, dengan penanggung jawab Tri Rahmadona, yang menyampaikan tuntutan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang di Kemenag RI.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. menyampaikan bahwa pengamanan aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari tugas Polri dalam menjamin hak konstitusional warga negara. “Polri hadir untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu kepentingan umum, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujar Reynold.
Ia menambahkan, setiap personel di lapangan wajib mematuhi prosedur dan perintah pimpinan, serta menghindari tindakan yang dapat memicu eskalasi situasi. Menurutnya, profesionalisme aparat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Jakarta Pusat.
Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan, S.Sos. menegaskan kepada seluruh personel agar melaksanakan pengamanan sesuai standar operasional prosedur. Dalam arahannya, ia menekankan larangan membawa senjata api maupun senjata tajam, tidak bersikap arogan, serta selalu mengedepankan komunikasi persuasif dan humanis selama pengamanan berlangsung.
Situasi di sekitar Kantor Kementerian Agama RI terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas di Jalan Lapangan Banteng Barat tetap terkendali, sementara personel kepolisian bersiaga di titik-titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun ketertiban umum selama aksi berlangsung.
Sejumlah warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi berharap pengamanan dapat terus dilakukan secara tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Mereka menilai kehadiran polisi yang humanis dan profesional memberikan rasa aman, sekaligus menjadi bentuk nyata pelayanan Polri dalam menjaga ketertiban dan stabilitas kamtibmas di ruang publik.
- Advertisement -
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
(Rohena)



