Jakarta Utara, 15 Maret 2026 – Rasionews.com | Yayasan Seni Budaya Putra Mandiri (YSBPM) menggelar kegiatan berbuka puasa bersama di Jalan Walang Baru, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, sebagai bagian dari langkah awal untuk mewujudkan visi menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh padepokan seni budaya di Indonesia. Acara yang dihadiri sekitar 20 peserta dari kalangan pengurus, tokoh masyarakat, dan perwakilan berbagai perguruan pencak silat ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan arah strategis yayasan yang baru terbentuk.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus YSBPM menyampaikan bahwa institusi ini dibangun sebagai solusi atas kondisi sebagian besar padepokan seni budaya di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1957 namun belum memiliki naungan yang terpadu. Melalui suasana kebersamaan Ramadan, para pemimpin yayasan menyoroti pentingnya persatuan antarperguruan dan kontribusi nyata bagi perkembangan budaya bangsa.
Muhammad Juheri, Ketua YSBPM, menjelaskan bahwa yayasan bertujuan untuk menjadi rumah bersama bagi seluruh praktisi seni budaya tanpa membedakan perguruan atau wilayah. “Kita ingin menghilangkan stigma wilayah milik perguruan tertentu dan membangun kerukunan yang nyata di tengah masyarakat. Dengan membentuk YSBPM, kami berharap dapat memberikan dukungan bagi padepokan-padepokan yang ada, sekaligus menyusun rencana kerja jangka pendek dan panjang untuk menghindari potensi konflik serta mengembangkan potensi bersama,” ujarnya.
- Advertisement -
Yayasan juga menegaskan bahwa cakupan kerja tidak hanya terbatas pada satu jenis seni bela diri saja. Arifudin, Bendahara YSBPM, menyampaikan bahwa institusi ini akan mendukung seluruh bentuk seni budaya dengan mengacu pada akar sejarah dari Tradisi Tapak Suci Tujuh Kaki Depok Harjamukti (TTKDH). “Kita akan memulai fokus kerja dari wilayah DKI Jakarta, kemudian berkembang ke tingkat nasional dengan melakukan inventarisasi jumlah padepokan di seluruh Indonesia. Kami juga akan menyusun perencanaan anggaran yang melibatkan berbagai sumber, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, untuk memastikan program kerja dapat berjalan optimal,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya mengangkat nilai seni budaya nasional, Sebagai Pembina II YSBPM Ki Dalang, menekankan pentingnya kolaborasi antar padepokan dengan instansi terkait. “Tujuan utama kami adalah memastikan budaya bangsa tidak hilang dan terus berkembang hingga tingkat nasional dan internasional. Kami mengajak seluruh padepokan di Indonesia untuk bekerja sama, sehingga kita dapat bersama-sama membangun dan melestarikan warisan budaya kita dengan dukungan dari berbagai pihak terkait,” ujarnya yang berdomisili di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
- Advertisement -
Selaku Sekjen YSBPM, Dzul Asnawi menambahkan bahwa peran yayasan adalah menjaga kesatuan dan keutuhan budaya Indonesia. “Kita akan menjadikan seluruh kebudayaan bangsa sebagai satu kesatuan yang harus dijaga bersama, sehingga generasi mendatang tidak akan melupakan akar budaya mereka. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita wujudkan melalui kerja sama yang erat,” jelasnya.
Acara yang diisi dengan doa bersama, berbuka puasa, dan diskusi ringan juga menyoroti peran seni budaya khususnya pencak silat dalam membentuk karakter generasi muda. Pengurus YSBPM menyatakan bahwa bulan Ramadan 1447 H menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan pengendalian diri yang menjadi inti ajaran dalam seni bela diri.
Selain itu, yayasan juga merencanakan pembinaan atlet secara berkelanjutan untuk menghadapi berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga nasional, sekaligus membangun komunikasi yang efektif antarperguruan hingga tingkat nasional. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan kesepakatan untuk segera melaksanakan langkah-langkah konkret dalam menjalankan program kerja yang telah direncanakan.



