Jakarta Utara, 6 Maret 2026 – Rasionews.com | Organisasi Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) DPC Jakarta Utara sukses menyelenggarakan acara Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim bertempat di Saeed Sisha Cafe, Kelurahan Walang. Kegiatan yang dihelat pada hari Jum’at, 17 Ramadhan 1447 H ini mengambil tema “Ramadhan Memperkuat Ukhuwah Islamiah, Meneguhkan Semangat Gotong Royong Bersama Ormas MKGR Jakarta Utara”.
Acara yang dihadiri oleh berbagai unsur pengurus dan masyarakat sekitar ini diisi dengan rangkaian aktivitas mulai dari buka bersama, pemberian santunan kepada anak yatim, hingga sesi tausyiah yang penuh hikmah.
Para Pengurus Hadir, Dukung Kegiatan Kepedulian
- Advertisement -
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Pembina MKGR Jakarta Utara H. Ruswita, Sekretaris Mubarok, Bendahara Andi Ang, serta seluruh jajaran pengurus DPC MKGR Jakarta Utara. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen organisasi dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan keagamaan.
Dalam sambutannya, Ketua DPC MKGR Jakarta Utara Muhammad Ma’ruf menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam terselenggaranya acara ini.
- Advertisement -
“Kegiatan santunan anak yatim ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang telah menjadi nilai budaya dan agama kita. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi sumber kebahagiaan sekaligus penyemangat bagi anak-anak untuk terus meraih cita-cita mereka,” ujar Muhammad Ma’ruf.
Ia juga mengingatkan kepada anak-anak untuk tetap menjaga semangat belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak pernah menyerah dalam meraih masa depan yang lebih baik. “Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi awal dari langkah kita untuk lebih dekat dengan sesama serta meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan,” tambahnya.
Tausyiah: Keutamaan Ramadhan dan Pentingnya Peduli Anak Yatim
Pada sesi tausyiah yang dipimpin oleh H. Ruswita, disampaikan berbagai pembahasan mengenai keutamaan bulan Ramadhan dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan anak yatim.
“Sebelum Ramadhan diperintahkan, para nabi telah berpuasa dengan cara masing-masing – seperti Nabi Daud dan Nabi Musa yang berpuasa selama 40 hari,” jelas H. Ruswita. Ia juga mengutip ayat Al-Qur’an Surat al-A’raf ayat 143 yang menceritakan peristiwa Nabi Musa AS dan Gunung Tur, sebagai bukti kekuasaan dan keagungan Allah SWT.
Menurutnya, bulan Ramadhan diberikan sebagai berkah khusus karena umat sekarang tidak memiliki kekuatan fisik dan spiritual yang sama dengan umat para nabi terdahulu. “Di dalam Ramadhan terdapat Malam Lailatul Qadar yang pahalanya lebih baik daripada 1.000 bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan. Ini merupakan kesempatan emas yang tidak boleh kita lewatkan,” tandasnya.
H. Ruswita juga menekankan larangan Allah SWT terhadap sikap yang menyakiti anak yatim. “Menyakiti anak yatim termasuk dalam kategori dusta dan harus ditebus dengan memberikan santunan kepada orang miskin. Selain itu, doa dari anak yang saleh memiliki kekuatan luar biasa dan akan tetap memberi manfaat bahkan setelah kita tiada,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tiga hal yang akan terus memberikan kebaikan setelah kematian: sedekah jariyah (seperti membangun sarana ibadah atau pendidikan), ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat, dan doa dari anak yang saleh. “Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk melakukan lebih banyak amal kebaikan dan mempererat tali silaturahmi antar sesama,” pungkasnya.



