Jakarta Pusat – | Rasionews | Polri Presisi, Mengayomi dan Melindungi Masyarakat, Jaga Jakarta menjadi semangat utama jajaran Polsek Sawah Besar dalam kegiatan edukasi dan pencegahan kenakalan remaja khususnya tawuran, yang di pimpin langsung oleh Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan S., Sos., MH, digelar di Sekretariat RW 07, Jalan A GG 09 RT 08 RW 07 Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.40 WIB ini bertujuan menekan aksi tawuran serta mewujudkan wilayah Sawah Besar yang aman dan kondusif.
Dalam pelaksanaannya, Polri melakukan penyuluhan secara lisan dengan pendekatan psikologi kepada para remaja yang diduga terlibat tawuran. Sebanyak 11 pelajar dihadirkan bersama orang tua masing-masing, melibatkan personel Polsek Sawah Besar, Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas, Ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga peduli kamtibmas. Pendekatan ini diharapkan memberi pemahaman, solusi, dan efek jera yang bersifat mendidik, bukan represif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat KOMBESPOL Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa pencegahan tawuran harus dimulai dari edukasi dan keterlibatan keluarga serta lingkungan. Menurutnya, Polri tidak hanya hadir saat terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga berperan aktif membina generasi muda agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang.
Senada dengan itu, Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan menekankan komitmen Sawah Besar Zero Tawuran. Ia secara langsung memberikan arahan tegas kepada para remaja, sekaligus mengingatkan peran penting orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Tegasnya
Dari pihak warga, di wakilkan ketua RW dan tokoh agama setempat menyampaikan apresiasi atas langkah humanis Polsek Sawah Besar. Ia menilai kegiatan ini memberi pelajaran moral yang kuat karena para remaja diminta meminta maaf di hadapan orang tua dan masyarakat, serta berikrar untuk tidak kembali terlibat tawuran.
Kanit Reskrim juga menekankan bahwa kegiatan penyuluhan ini berdampak positif terhadap situasi kamtibmas. Melalui edukasi, dialog, dan himbauan berkelanjutan, diharapkan potensi konflik sosial dapat dicegah sejak dini dan rasa aman masyarakat semakin meningkat.
- Advertisement -
Secara umum, kegiatan berjalan aman dan kondusif. Setelah dilakukan edukasi dan pembinaan, situasi di wilayah Kartini dan Karang Anyar terpantau terkendali, dengan komitmen bersama antara Polri, orang tua, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap damai dan bebas tawuran.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
(Rohena)



