Masuk
DKI Rasio NewsDKI Rasio NewsDKI Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Eddy Suzendi : Jangan Terus Hukum Sopir, Saatnya Negara Mengadili Sistem
Share
DKI Rasio NewsDKI Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
DKI Rasio News > Berita > Breaking News > Eddy Suzendi : Jangan Terus Hukum Sopir, Saatnya Negara Mengadili Sistem
Breaking News

Eddy Suzendi : Jangan Terus Hukum Sopir, Saatnya Negara Mengadili Sistem

Terakhir diperbarui: 10 Januari 2026 19:52
Reporter Rohena he Diposting 10 Januari 2026 71 Views
Share
IMG 20260110 WA0204
SHARE

Semarang/Jakarta | Rasionews | Tragedi kecelakaan lalu lintas yang terus berulang di berbagai ruas jalan Indonesia kembali memunculkan satu pertanyaan besar yaitu mengapa hampir selalu pengemudi yang dijadikan satu satunya pihak bersalah?

Advokat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Eddy Suzendi, S.H., menilai cara pandang seperti itu mencerminkan kegagalan negara dalam melihat persoalan keselamatan secara utuh dan sistemik.

“Setiap kali terjadi kecelakaan, negara selalu bergerak cepat. Tapi sayangnya, yang dicari pertama kali bukan akar masalahnya, melainkan siapa yang bisa segera dijadikan tersangka. Dan hampir selalu, itu pengemudi,” kata Eddy Suzendi saat dimintai tanggapan terkait rentetan kecelakaan fatal di jalan raya.

Menurut Eddy, pola berpikir yang selalu menyederhanakan kecelakaan sebagai human error adalah budaya yang berbahaya. Dalam ilmu keselamatan modern, kesalahan manusia justru dipahami sebagai gejala, bukan penyebab utama.

Kesalahan pengemudi itu hampir selalu berada di ujung rantai kegagalan sistem. Di belakangnya ada kegagalan rekrutmen, kegagalan pelatihan, kegagalan pengawasan, kegagalan manajemen risiko, kegagalan perizinan, bahkan kegagalan desain jalan,” ujarnya.

Namun di Indonesia, kata Eddy, seluruh kegagalan itu seolah dikubur bersama satu orang di balik kemudi.

Negara Sibuk Menyidik, Tapi Abai Menginvestigasi Sistem

Eddy menyoroti bahwa Indonesia selama ini lebih kuat dalam tradisi penyidikan pidana, tetapi lemah dalam investigasi keselamatan.

“Penyidikan selalu bertanya siapa yang salah. Padahal investigasi keselamatan seharusnya bertanya, sistem apa yang gagal. Ini perbedaan mendasar. Kalau kita hanya sibuk mencari siapa yang salah, korban berikutnya tidak akan pernah bisa dicegah,” katanya.

Ia juga menyinggung peran Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang selama ini bekerja dengan prinsip no blame, no judicial, no liability.

Baca Juga:  Matel/Debt Collector Bermain dengan Oknum Leasing FIF, Gunakan Surat Palsu

“KNKT itu penting, tapi laporannya tidak bisa memaksa siapa pun bertanggung jawab. Tidak masuk ruang sidang. Rekomendasinya sering mati di laci birokrasi. Akibatnya, tragedi dicatat, diseminarkan, lalu diulang lagi,” ujar Eddy.

R&D Keselamatan, Bukan Sekadar Proyek Mencari Tersangka

Menurut Eddy, di negara-negara maju, setiap kecelakaan besar selalu dijadikan proyek nasional untuk membedah kegagalan sistem melalui riset dan pengembangan (R&D) keselamatan.

“Di kita, setiap kecelakaan besar justru berubah jadi proyek mencari tersangka,” katanya.

Seharusnya, lanjut Eddy, satu kecelakaan besar dibedah melalui audit menyeluruh: audit kendaraan, audit perusahaan, audit regulator, audit sistem uji, audit kompetensi pengemudi, audit jalan, hingga audit kebijakan negara.

“Dari situ baru disusun peta kegagalan sistemiknya,” tegasnya.

Jalan Tol dan Pertanyaan tentang Tanggung Jawab Negara

Eddy juga menyoroti pengelolaan jalan tol yang selama ini dijual sebagai jalan paling aman dan berstandar tinggi, tetapi dalam praktiknya masih dipenuhi berbagai masalah.

“Truk ODOL masih bebas masuk, rest area jadi bom waktu, jalur penyelamat sering cuma formalitas, pengawasan nyaris nihil. Pertanyaannya sederhana: kalau negara memungut tarif atas nama keselamatan, mengapa negara selalu lari dari tanggung jawab keselamatan?” katanya.

Ia menambahkan, dalam setiap kecelakaan di jalan tol, hampir selalu yang dimintai pertanggung jawaban pidana hanya pengemudi.

“BPJT, BUJT, regulator, mereka tidak pernah duduk di kursi terdakwa. Yang duduk di situ selalu sopir,” ujar Eddy.

SMKPAU dan Ritual Administrasi Tanpa Jiwa

Eddy juga menyinggung penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMKPAU) sebagaimana diatur dalam PM 85 Tahun 2018.

“Di atas kertas sempurna. Di lapangan, sering kali hanya jadi ritual administrasi. Prosedurnya ada, tapi roh perlindungan nyawanya tidak terasa,” katanya.

Baca Juga:  Sarasehan Pemuda Sadar Hukum Anti Tawuran Dan Berbagi Sesama Yatim/Dhuafa Dalam Rangka Hari Sumpah Pemuda

Harapan dari KUHP dan KUHAP Baru

Menurut Eddy, hadirnya KUHP dan KUHAP baru seharusnya menjadi momentum untuk menggeser paradigma penegakan hukum.

“Sekarang sudah ada pintu untuk pertanggung jawaban korporasi dan kejahatan berbasis sistem. Kita harus berani bergeser dari sekadar menghukum orang kecil, menuju mengadili sistem,” ujarnya.

Mengakhiri dialog diruang kerjanya,
Eddy mengingatkan, selama yang dihukum selalu orang terakhir dalam rantai kegagalan, maka negara sesungguhnya sedang melindungi pelaku yang lebih besar dan lebih bertanggung jawab.

“Kalau kita terus seperti ini, sirene akan terus meraung, korban akan terus berjatuhan, dan kita akan terus berpura pura terkejut,” kata Eddy Suzendi.
Saatnya kita berhenti hanya menghukum sopir, dan mulai berani mengadili sistem,” pungkas Eddy Suzendi.

Penulis :
Eddy Suzendi,S.H
Advokat LLAJ
Tagline : Keselamatan Yang Berkeadilan

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260110 WA0188 Patroli Sore Hari, Bhabinkamtibmas Sambangi Warga RW 03 Johar Baru
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260110 WA0187 Perkuat Sinergi, Bhabinkamtibmas Sambangi Warga RW 04 Galur
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

– Supported by-

- Advertisement -

Berita Populer

Rekomendasi Backdrop Jogja
Rekomendasi Backdrop Jogja
31 Juli 2026 9,223,372,036,854.78M Views
1698319444922
Polusi Udara di Desa Citatah, Pemerintah Setempat Tutup Mata
26 Oktober 2023 4.9k Views
IMG 20231018 WA0133
Sudah 3 Tahun Sampah Menumpuk di Jembatan Lelang, Ini Penjelasan Kades Lontar !
3 November 2023 4.4k Views
Picsart 25 04 21 18 44 32 133
Polres Metro Jakarta Pusat Tangkap Pengedar Obat Keras di Tanah Abang, Puluhan Ribu Butir Tramadol Diamankan
21 April 2025 4.4k Views
1714437842625
Uang Nasabah Raib, Ormas KKPMP Banten Geruduk Bank BRI
30 April 2024 4.2k Views
IMG 20240419 WA0192
Kejanggalan Terungkap, SPBU Jalan Raya Legok Diduga Memanfaatkan Solar Bersubsidi secara Ilegal
19 April 2024 4.2k Views
Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Pendidikan

Upacara Bendera SDN Semper Timur 01 Pagi Berjalan Khidmat, Tanamkan Kedisiplinan Siswa
25 Agustus 2026 47 Views
Muscab KKGPAI Koja: Ahmad Sholeh Terpilih Pimpin Pendidikan Agama Islam Periode 2026–2030
9 Agustus 2026 57 Views
KPI Desak KDM Copot Kadisdik Jabar: SPMB 2026 Bikin Resah, Pemerataan Pendidikan Cacat
10 Juni 2026 104 Views
Kontroversi Pemecatan Kepala Sekolah SMA Yaspi Semper Barat
22 Mei 2026 469 Views
SDN Marga Mulya VI Gelar Buka Puasa Bersama, Merajut Silaturahmi dan Menebar Kebaikan
18 Maret 2026 596 Views

Seputar Desa

IMG 20260210 WA0041
TMMD ke-127 Dibuka – Desa Tanjung Rejo Dapat Bantuan Infrastruktur dan Banyak Manfaat
10 Februari 2026 790 Views
IMG 20260131 WA0066
Kodam III/Siliwangi Serahkan Rumah Kepada Keluarga Almarhum Prajurit
31 Januari 2026 807 Views
E79DA317 AC53 4D9A ADAB 79E7E1341C11
Terkesan Adanya Proyek Siluman di Desa Karyamukti, Kades Dan Perangkat Desa Diduga Ada Kongkalingkong
23 Juli 2024 2.8k Views
1709440511417
Terungkap! Oknum di Kantor Desa Samparwadi Diduga Terlibat Kasus Pungli Pembuatan Kartu BPJS PBI
3 Maret 2024 3.3k Views
IMG 20231031 110600 734
Kantor Desa Samparwadi menolak bantuan bendera, Ini Penjelasan Camat Tirtayasa
3 November 2023 2k Views

Artikel Terkait:

IMG 20251219 WA0041 1
Breaking News

Sambut HUT BRI ke-130, BRI BO Ciputat Gelar Brilian Sportacular Perlombaan Bulutangkis

19 Desember 2025 69 Views
IMG 20250803 WA0070
Breaking News

Dulu Dikenal Spot Hiburan dan Ekonomi di Bekasi, Kini Galaxy Berubah Menjadi Titik Peredaran Obat Keras Golongan G

3 Agustus 2025 145 Views
IMG 20260105 WA0020
Breaking News

Polres Jakarta Barat Tak Terima LP Kasus Makanan Tercemar Restoran Seafood

5 Januari 2026 87 Views
IMG 20251221 WA0046
Breaking News

BRI Unit Tegal Alur Berikan Pelayanan Ramah dan Mudah bagi Nasabah Lansia

21 Desember 2025 57 Views
DKI Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 082321995290
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak / Alamat Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Eddy Suzendi : Jangan Terus Hukum Sopir, Saatnya Negara Mengadili Sistem
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda