Jakarta,| Rasionews | 23 Desember 202 Rusun nawa Marunda yang terletak di pesisir pantai Marunda dekat situs budaya rumah si Pitung sedang melakukan giat pemasangan jaring pengaman di setiap area gedung, namun sistem yang di lakukan oleh uprs ll dalam hal ini sebagai ketua UPRS nya adalah Baharudin.
Berawal dari ketua UPRS ll memberikan pekerjaan ini kepada pendor, namun selang beberapa waktu pendor tersebut meninggal kan pekerjaan tersebut , lalu pekerjaan tersebut di berikan kepada kasatpel penertiban UPRS ll yang dalam hal ini di tangani oleh prangky sebagai pengganti penanggung jawab dari proyek pekerjaan pemasangan jaring pengaman di tiap blok rumah susun Marunda. Namun pekerjaan yang di berikan oleh kepala rusun kepada kasatpel penertiban sangat tidak berjalan sebagai mana mesti nya.
Terlihat beberapa pekerja nya tidak satu pun yang menggunakan sistem keamanan keselamatan kerja.
Dan kasat pel penertiban pun menyuruh para PJLP juga turun untuk membantu pekerjaan tersebut.
Satu hal yang membuat sebuah pertanyaan yaitu anggaran yang telah di kucurkan oleh pemerintah terkait proyek pekerjaan tersebut selebih nya kemana.
Kalau harian lepas yang tak di pasilitasi oleh sistem keselamatan kerja (K3), dan para PJLP pun ikut turun dalam membantu , maka dapat di pasti kan anggaran terlihat sangat di pangkas.
Kepala rusun nawa Marunda Baharudin yang di mintai penjelasan dalam hal ini seperti menghindar begitu guja kepada kepala kasatpel penertiban, Frengky ketika di hubungi oleh awak media melalui telpon untuk di mintai penjelasan nya, beliau pun juga sama seperti tak mau berinteraksi oleh tim awak media, ada apa dengan kepala penanggung jawab tersebut padahal dari jumlah yang terpasang pun masih terlihat sekitar kurang dari 60 persen Nya.
Ini membuat sebuah pertanyaan besar terkait pekerjaan tersebut.
(Rhn)



