JAKARTA – | Rasionews | Pemerhati hukum Universitas Bhayangkara Jakarta, Dr. Edi Saputra Hasibuan, mengapresiasi pertemuan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Pertemuan tersebut membahas pemberantasan narkoba, pertambangan ilegal, serta kejahatan transnasional lainnya.
Menurut Edi, pertemuan tersebut strategis untuk memperkuat sinergi TNI-Polri dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang mengancam keamanan dan kepentingan nasional. Ia menilai, koordinasi yang kuat dan penegakan hukum yang konsisten diperlukan agar upaya pemberantasan kejahatan dapat berjalan optimal.
“Kita mengapresiasi pertemuan ini. Sinergi TNI-Polri sangat penting untuk memberantas narkoba, tambang ilegal, dan kejahatan transnasional lainnya yang bisa mengganggu kamtibmas. Untuk menangani berbagai kejahatan, tentu dibutuhkan koordinasi yang kuat dan langkah penegakan hukum yang konsisten,” ujar Edi, yang merupakan dosen program pascasarjana sekaligus anggota Kompolnas periode 2012–2016.
Ia berharap, sinergi antara TNI dan Polri tidak hanya terjalin melalui koordinasi, tetapi juga diwujudkan dalam langkah-langkah nyata di lapangan. Penindakan yang tegas sesuai ketentuan hukum serta koordinasi berkelanjutan dinilai penting untuk menekan berbagai kejahatan yang merugikan masyarakat dan negara.
“Negara ini akan semakin kuat apabila Polri dan TNI secara bersama-sama kompak memberantas kejahatan narkoba, tambang ilegal, dan kejahatan transnasional lainnya sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tegas Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) tersebut.
Edi menambahkan, kerja sama yang solid antara kedua institusi diharapkan dapat mendukung terpeliharanya stabilitas keamanan nasional sekaligus memperkuat upaya penegakan hukum terhadap berbagai kejahatan yang berdampak luas bagi masyarakat.



