Jakarta Pusat – | Rasionews | Sebanyak 785 personel gabungan melaksanakan apel kesiapan pelayanan dan pengamanan aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan MPR/DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
Apel dilaksanakan pada pukul 10.30 WIB bertempat di Pintu Escape Spark Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan dipimpin oleh Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo.
Apel tersebut merupakan bagian dari kesiapan jajaran kepolisian bersama unsur terkait dalam memberikan pelayanan serta menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.
Dalam pelaksanaan pengamanan, sebanyak 785 personel gabungan diterjunkan, yang terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Metro Tanah Abang, TNI, serta Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.
Dari jajaran Polda Metro Jaya, kekuatan terdiri atas 150 personel Dit Samapta, 20 personel Dit Reskrimum, 15 personel Dit Polair, 90 personel Dit Narkoba, 5 personel Dokkes, 20 personel Dit Cyber, 200 personel Brimobda, serta 25 personel Nego Polwan.
Sementara dari Polres Metro Jakarta Pusat diterjunkan 6 personel Sat Intelkam, 15 personel Sat Reskrimum, 67 personel Sat Samapta, 25 personel Sat PPA/PPO, serta 2 personel Sie Propam. Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat dalam kegiatan tersebut nihil.
Dari Polsek Metro Tanah Abang, turut dilibatkan 15 personel yang berada di bawah kendali AKBP Dhimas Prasetyo.
Kekuatan pengamanan juga diperkuat unsur TNI, yakni 100 personel Yonif dan 20 personel Kodim 0501/JP, serta 10 personel Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.
Dalam arahannya, pimpinan apel meminta seluruh personel untuk segera menempati titik ploting masing-masing mengingat massa aksi telah berada di sekitar kawasan depan Gedung DPR RI.
Berdasarkan informasi yang diterima dalam apel, massa aksi diperkirakan berjumlah sekitar 250 hingga 300 orang dari kelompok yang disebut dalam laporan sebagai Mitra BGN.
Seluruh personel juga diarahkan untuk berpedoman pada 18 Direktif Kapolda Metro Jaya dalam melaksanakan tugas pengamanan. Arahan tersebut menjadi pedoman bagi personel agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan dan tetap mengedepankan profesionalitas.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa personel pengamanan tidak diperkenankan membawa senjata api maupun senjata tajam selama melaksanakan tugas pengamanan aksi unjuk rasa.
Penekanan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan pengamanan dilaksanakan secara terukur, mengutamakan keselamatan seluruh pihak, serta menjaga situasi tetap kondusif selama masyarakat menyampaikan aspirasinya.
Pimpinan apel juga mengingatkan seluruh personel agar memberikan pelayanan yang baik kepada peserta aksi. Kehadiran anggota kepolisian di lapangan diarahkan untuk menciptakan rasa aman, menjaga ketertiban serta memastikan kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Pendekatan pelayanan menjadi salah satu perhatian dalam pengamanan kegiatan tersebut. Personel diharapkan tetap mengedepankan sikap humanis, komunikasi yang baik serta tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung melalui jajaran Polsek Metro Tanah Abang terus mengedepankan langkah pengamanan yang profesional dan humanis dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo. selaku pimpinan apel mengarahkan personel agar memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai ploting yang telah ditentukan.
Selain menjaga keamanan, personel juga diharapkan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan, termasuk pengguna jalan dan warga yang tetap menjalankan aktivitasnya di kawasan Jakarta Pusat.
Sinergi antara Polri, TNI dan unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap tertib selama kegiatan berlangsung. Masing-masing unsur melaksanakan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawabnya untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Dengan kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi tersebut, pengamanan diharapkan dapat berjalan secara terukur dengan tetap memperhatikan keamanan masyarakat, peserta aksi maupun petugas di lapangan.
Polri juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penyampaian pendapat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan. Penyampaian aspirasi dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta menghormati hak masyarakat lainnya.
Melalui kesiapan pengamanan tersebut, jajaran kepolisian berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga situasi kamtibmas di kawasan MPR/DPR RI dan sekitarnya agar tetap aman, tertib dan kondusif.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



