Jakarta Pusat – | Rasionews | Menjaga generasi muda bukan hanya tentang memberikan rasa aman, tetapi juga menanamkan keberanian untuk memilih jalan yang benar. Pesan tersebut disampaikan jajaran Polsek Kemayoran Polres Metro Jakarta Pusat saat hadir di tengah para pelajar melalui kegiatan upacara bendera di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian PMJ Merdeka Bersama Rakyat 2026. Wakapolsek Kemayoran Iptu Sahuri Saputro mewakili Kapolsek Kemayoran Kompol Dr. Agung Ardiyansyah, S.H., M.H., bertindak sebagai Pembina Upacara di SMA Muhammadiyah 2 Jakarta, Jalan Garuda No. 33, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Aipda Mahajin Simanjuntak, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Sahari Selatan, dengan peserta yang terdiri dari kepala sekolah, para guru, serta siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Jakarta.
Dalam amanatnya, Iptu Sahuri menyampaikan pesan kepada para pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat merusak masa depan, khususnya tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan bullying.
Para pelajar diingatkan bahwa tawuran dan tindakan anarkis bukan bentuk keberanian maupun kebanggaan. Sebaliknya, perilaku tersebut dapat membawa konsekuensi hukum, mengganggu pendidikan, merugikan keluarga, serta menghancurkan kesempatan untuk meraih cita-cita.
“Jangan biarkan masa depan kalian ditentukan oleh satu keputusan yang salah. Tawuran bukan keberanian. Narkoba bukan solusi. Dan bullying bukan bentuk kekuatan. Jadilah generasi yang berani berprestasi dan berani mengatakan tidak pada hal-hal yang merusak,” pesan Iptu Sahuri.
- Advertisement -
Dalam kesempatan tersebut, kepolisian juga mengingatkan bahwa keterlibatan pelajar dalam tawuran atau tindakan anarkis dapat berdampak pada keberlangsungan pendidikan, termasuk konsekuensi terhadap bantuan pendidikan yang diterima. Karena itu, para siswa diminta menjaga perilaku dan tidak membuat orang tua maupun guru menanggung akibat dari tindakan mereka.
Polri juga mendorong adanya komunikasi yang erat antara orang tua, guru, wali kelas, dan komite sekolah dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap para pelajar. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar potensi kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa perlindungan terhadap generasi muda merupakan bagian dari tugas Polri dalam menciptakan keamanan sekaligus membangun masa depan bangsa.
- Advertisement -
“Anak-anak kita adalah aset bangsa. Mereka harus mendapatkan lingkungan yang aman untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita. Karena itu, Polri hadir tidak hanya untuk menindak, tetapi juga memberikan edukasi dan pencegahan agar mereka tidak terjerumus dalam tawuran, narkoba maupun bullying,” tegasnya.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang positif bagi pelajar.
Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Dr. Agung Ardiyansyah, S.H., M.H., mengatakan pihaknya akan terus memperkuat komunikasi dan pembinaan ke sekolah-sekolah di wilayah hukum Polsek Kemayoran.
“Kami ingin para pelajar melihat polisi sebagai sahabat dan pelindung. Kami hadir untuk mengingatkan, membimbing, dan memastikan mereka memiliki ruang yang aman untuk mengejar cita-cita. Jangan sampai masa depan yang begitu berharga hilang hanya karena salah pergaulan atau ikut-ikutan,” ujar Kompol Agung.
Menurutnya, menjaga generasi muda merupakan tanggung jawab bersama antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Kalau kita ingin Indonesia yang kuat, maka kita harus menjaga anak-anak kita sejak sekarang. Biarkan mereka tumbuh dengan prestasi, persahabatan, disiplin, dan semangat persatuan,” tambahnya.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)


