Jakarta, | Rasionews | 1 Juli 2026 – PLN Indonesia Power UBP Priok melalui Bidang K3 menggelar Pelatihan dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran Unit GT 2.1 yang dilaksanakan pada 29 Juni dan 1 Juli 2026, bertempat di Central Control Room (CCR) Blok 1-2 PLN Indonesia Power UBP Priok. Kegiatan ini digelar sebagai upaya membangun budaya keselamatan melalui pelatihan dan simulasi tanggap darurat kebakaran di lingkungan kerja.
Pelatihan dan simulasi ini diikuti oleh Tim Kedaruratan (Emergency Response Team – ERT) dan Operator serta didampingi langsung oleh Tim K3 PLN Indonesia Power UBP Priok. Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh pembekalan pengetahuan dan keterampilan terkait penanggulangan kebakaran, pemberian pertolongan pertama pada korban atau P3K, serta prosedur evakuasi pegawai dalam kondisi darurat. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi SOP tanggap darurat yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran di lingkungan kerja . Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi tim dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus menumbuhkan kesiapsiagaan seluruh personel.
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Manager K3, Lingkungan, Mutu & Sipil PLN Indonesia Power UBP Priok, Roy Melky, yang menyampaikan pentingnya simulasi tanggap darurat ini bagi operator pembangkit.
“Pelatihan dan simulasi tanggap darurat kebakaran ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam membangun budaya keselamatan di seluruh lingkungan kerja. Kami berharap seluruh operator semakin siap, sigap, dan kompeten dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman bagi diri sendiri, rekan kerja, maupun aset perusahaan,” ujar Roy Melky.
Melalui kegiatan ini, PLN Indonesia Power UBP Priok terus menegaskan komitmennya dalam mewujudkan budaya K3 dan Keselematan Ketenagalistrikan yang kuat, dengan mengedepankan prinsip zero accident dan mengutamakan keselamatan, kesehatan kerja, serta lingkungan di seluruh area operasional pembangkit.
Ke depan, PLN Indonesia Power UBP Priok akan terus melaksanakan pelatihan dan simulasi tanggap darurat secara berkala guna meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personel, sejalan dengan prinsip bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.



