GARUT – | Rasionews | PT Aneka Tambang (ANTAM) UBPE Pongkor melalui PT ANTAM Arinem Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat dengan menggelar Workshop Aklimatisasi Pembibitan Anggrek di Aula SMPN 3 Pakenjeng, Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut menghadirkan Sandy Yosep dari Planterium sebagai pemateri dan diikuti oleh berbagai kelompok tani dari Kecamatan Pakenjeng dan Pamulihan. Hadir pula Camat Pakenjeng, Kapolsek Pakenjeng, Kepala Desa Arinem, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, serta Dinas Kehutanan Kabupaten Garut.
Workshop aklimatisasi bibit anggrek ini merupakan program pelatihan untuk memindahkan bibit anggrek hasil kultur jaringan dari botol steril ke lingkungan luar agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Pakenjeng, Deni Sugiani, S.IP., M.AP., mengapresiasi kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini salah satu kontribusi nyata dari ANTAM Arinem. Kecintaan terhadap budidaya anggrek diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Kesempatan seperti ini sangat berharga dan harus dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PT ANTAM Arinem yang terus memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.
- Advertisement -
Hal senada disampaikan Kapolsek Pakenjeng yang menilai pelatihan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kelompok tani dan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi para petani. Saya berharap ibu-ibu yang sudah mendapatkan pelatihan dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat lain agar semakin banyak petani produktif. Jangan malu bertani, karena bertani memiliki peluang besar,” ujarnya.
Kapolsek juga mengapresiasi PT ANTAM Arinem yang selama ini aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan pertanian di wilayah Pakenjeng.
- Advertisement -
Sementara itu, EPMD Senior Manager PT ANTAM Arinem, Broto Sutopo, mengatakan bahwa budidaya anggrek memiliki peluang ekonomi yang sangat besar apabila dikelola dengan serius.
“Mungkin semua ini dimulai dari mimpi, tetapi peluangnya sangat besar. Kita tidak hanya menunggu aktivitas pertambangan, tetapi juga harus melihat potensi lain yang ada di Pakenjeng. Harapan kami, kegiatan ini bisa melahirkan varietas anggrek khas Pakenjeng yang mampu dikenal lebih luas,” katanya.
Pada sesi materi, Sandy Yosep memperkenalkan berbagai jenis anggrek asli Indonesia sekaligus menjelaskan teknik aklimatisasi, media tanam, hingga peluang pemasaran tanaman anggrek yang dinilai terus diminati pasar.
Agar lebih mudah dipahami, peserta juga diajak langsung mempraktikkan cara penanaman anggrek dengan berbagai media tanam. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi praktik hingga tanya jawab berlangsung.
Secara keseluruhan, Workshop Aklimatisasi Pembibitan Anggrek PT ANTAM Arinem Pakenjeng Garut berlangsung sukses dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta yang hadir.
(Rohena)



