Jakarta Pusat — | Rasionews | Sebanyak 7.345 personel gabungan disiagakan untuk melayani dan mengamankan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional di sejumlah titik wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).
Massa aksi berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), PGMM, GM PRO, FGSNI, IGSS PLPGI, FGHM, FTHMI, FKSS, dan AGMM yang dijadwalkan menyampaikan aspirasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Apel kesiapan pengamanan digelar sejak pukul 06.00 WIB di Plaza Parkir Timur Senayan dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono. Personel yang diterjunkan terdiri dari unsur Polda Metro Jaya dan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.
Dalam arahannya, Brigjen Pol Dekananto menekankan seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis serta menjaga profesionalisme selama pengamanan berlangsung.
“Laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur,” ujar Brigjen Pol Dekananto.
Ia juga mengingatkan personel untuk menjaga soliditas dan tidak terpancing provokasi selama pelaksanaan pengamanan aksi berlangsung.
- Advertisement -
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P. Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan secara maksimal dengan pendekatan humanis dan persuasif guna memastikan jalannya aksi berlangsung aman dan tertib.
“Kami telah menyiapkan 7.345 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif,” ujar Kombes Pol Reynold.
Ia menegaskan, pengamanan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum sesuai aturan yang berlaku.
- Advertisement -
“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar peserta aksi tetap tertib, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku,” katanya.
Terkait arus lalu lintas, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan, khususnya di sekitar kawasan kantor DPR/MPR RI.
“Arus lalu lintas di sekitar kawasan kantor DPR/MPR RI akan diberlakukan pengalihan secara situasional. Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas agar mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan,” jelas Reynold.
Selain itu, masyarakat diminta tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran aktivitas bersama.
“Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar tetap mematuhi petunjuk petugas, menjaga keselamatan, dan menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari titik-titik kepadatan di sekitar lokasi aksi,” tutupnya.
Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengamanan akan dilakukan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
(Rohena)



